Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Objek Wisata Waduk Kedungombo Ditutup, Ratusan Pengunjung Kecewa



Reporter:    /  @ 09:56:31  /  4 September 2017

    Print       Email

Pintu masuk objek wisata Waduk Kedungombo ditutup portal dan ditulisi ‘Tutup’ membuat ratusan pengunjung kecewa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pengunjung Waduk Kedungombo kecewa berat saat datang ke obyek wisata tersebut, Minggu (3/9/2017). Kekecewaan itu terjadi karena semua pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke kawasan dekat waduk yang selama ini dijadikan tempat wisata.

Padahal pada hari libur kemarin, ada ratusan pengunjung yang datang. Selain warga Grobogan, banyak juga pengunjung dari kabupaten lain. Bahkan, beberapa di antaranya mengaku datang jauh-jauh dari Jawa Timur untuk menikmati pemandangan di Waduk Kedungombo.

”Libur Idul Adha ini sudah saya agendakan piknik ke Kedungombo dengan keluarga. Sampai sini, malah tidak boleh masuk ke lokasi wisata,” cetus Andrianto, pengunjung yang mengaku berasal dari Ngawi, Jawa Timur itu.

Dari pantauan di lokasi, jalan masuk menuju kawasan Waduk Kedungombo yang ada di Desa Rambat, Kecamatan Geyer itu sudah dipasang portal di depan pos retribusi dengan tulisan ”Tutup” dan sudah tidak ada penjaganya. Adanya portal menyebabkan semua kendaraan pengunjung harus parkir di pinggir jalan raya.

Dari pos retribusi, pengunjung masih bisa berjalan ke arah Waduk Kedungombo dalam radius 150 meter saja hingga gerbang utama. Pada lokasi ini, dipasang pagar teralis besi setinggi 1 meter dan diberi tulisan besar berbunyi ‘Batas Pengunjung’.

Para pengunjung hanya bisa melihat Waduk Kedungombo dari pintu gerbang ini saja. Padahal, lokasi yang selama ini dijadikan tempat wisata hanya berjarak 100 meter saja dari gerbang utama tersebut.

Dari kejauhan, lokasi di belakang gerbang utama praktis seperti kuburan. Biasanya, di sepanjang jalan itu ramai lalu lalang kendaraan. Terlebih saat hari Minggu atau tanggal merah.

”Di lokasi wisata sana tidak ada aktivitas. Soalnya, tidak boleh ada pengunjung masuk. Bahkan, pedagang juga tidak boleh jualan,” kata Kolik, warga setempat.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →