Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Hutan Jati Gundih di Pinggir Kampung Terbakar, Warga jadi Tak Berani Salat di Masjid



Reporter:    /  @ 09:12:18  /  4 September 2017

    Print       Email

Kobaran api membakar areal hutan jati di RPH Kedungtawing, BKPH Juworo, KPH Gundih Minggu (3/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di kawasan hutan jati Perhutani KPH Gundih, Grobogan, Minggu (2/9/2017) dari siang hingga malam hari. Beberapa hari sebelumnya, sempat terjadi kebakaran kawasan hutan jati seluas empat hektare di RPH Gaji, BKPH Monggot.

Dari pantauan di lapangan, lokasi kebakaran ada di beberapa titik. Pada siang hari, areal hutan yang terbakar terlihat di pinggir jalan raya menuju waduk Kedungombo.

Kebakaran ini sempat mengganggu pengendara yang melintas dari kedua arah, karena munculnya asap di jalan raya. Pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, kebakaran di lokasi ini sudah padam dengan sendirinya.

Menjelang Magrib, kebakaran di wilayah hutan kembali muncul di lokasi lainnya. Yakni, di kawasan hutan jati di belakang Dusun Kedungtawing, Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Grobogan.

Kebakaran di areal ini lebih besar dan arealnya lebih luas dari peristiwa yang terjadi sebelumnya. Dari jalan raya, kobaran api yang membakar dedaunan dan ranting di bawah pohon jati terlihat jelas. Padahal, jarak lokasi kebakaran dengan jalan raya itu cukup jauh, sekitar 700 meter.

Warga melintas di pinggir areal hutan jati yang terbakar, Minggu (3/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Munculnya kebakaran di belakang perkampungan sempat membuat warga di Dusun Kedungtawing cemas. Bahkan, beberapa warga terpaksa tidak berani ke masjid untuk salat Magrib berjamaah, karena khawatir kebakaran di areal hutan merembet ke perkampungan.

“Saya tadi tidak berangkat ke masjid setelah melihat hutan di belakang sana terbakar. Rumah saya paling dekat dengan lokasi kebakaran sehingga agak khawatir,” kata Albani (45), warga setempat.

Baca juga : Putung Rokok Diduga Sebagai Biang Kebakaran Hutan Gundih Grobogan

Lokasi kebakaran hutan hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah penduduk paling pinggir. Areal hutan yang terbakar dengan perkampungan dipisahkan sungai kecil yang kondisinya kering tidak berair. Sepanjang sungai kering banyak rumpunan bambu.

Kekhawatiran warga akhirnya mereda. Warga merasa tenang setelah beberapa mobil damkar disiagakan di dusun tersebut.

“Begitu dapat laporan, kita minta bantuan damkar untuk standby. Lokasi kebakaran memang tidak begitu jauh dari perkampungan sehingga sebagian warga merasa khawatir,” kata Camat Geyer Aries Ponco.

Sementara itu, Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi mengatakan, lokasi kebakaran areal hutan itu berada di RPH Kedungtawing, BKPH Juworo. Menurutnya, kebakaran di lokasi itu sudah bisa ditangani petugas.

“Belum diketahui luas area hutan yang terbakar. Musim kemarau memang rawan kebakaran di areal hutan. Dampak kebakaran hanya pada tanaman. Untuk pohon jati masih tetap hidup meski sempat terkena api,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Catatan yang Muncul dalam Evaluasi Penggunaan ADD 2017 di Grobogan

Selengkapnya →