Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

UMK Lakukan Pelatihan Permainan Tradisional 



Reporter:    /  @ 13:00:26  /  3 September 2017

    Print       Email

Tim dari UMK ikut serta memberikan pelatihan permainan tradisional di Kabupaten Kudus. (Universitas Muria Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muria Kudus mengadakan kegiatan unik bertajuk, “Pendampingan Penyediaan Taman Dolanan dan Alat Permainan Tradisional untuk Anak Berbasis Keunggulan Lokal Kudus,” belum lama ini. Kegiatan itu dilaksanakan di dua tempat yaitu Desa Rendeng dan Desa Burikan dengan dihadiri banyak peserta. 

Kegiatan ini dilatarbelakangi dengan sangat sedikit atau langkanya generasi muda melakukan permainan tradisional. Generasi muda khususnya anak-anak lebih suka main gawai (gadget) daripada melakukan permainan tradisional. Padahal permainan tradisional memiliki filosofi dan  mempunyai nilai positif yang banyak. 

Permainan tradisional dalam kategori dalam ruangan yang dilakukan meliputi,  permainan dakon, ular tangga, bingo, siapa aku, cublak-cublak suweng, bekelan. Sedangkan permainan tradisonal kategori luar ruangan meliputi, betengan, gobak sodor, singkongak, karet, engklek, bakiak, dan egrang. Semua permainan tradisional itu diberi dimodifikasi dengan sentuhan inovasi budaya lokal kudus. 

Kegiatan Pengabdian berbasis keunggulan lokal Kudus yang telah dilaksanakan di  Rendeng dan Burikan Kudus tersebut mampu menggugah dan mengingatkan kembali akan asyiknya melakukan permainan yang sudah jarang lagi dimainkan. Ibu-ibu peserta pendampingan mampu membuatkan sendiri alat-alat permainan dengan praktis dan ekonomis serta mampu memberikan nilai edukatif berbudaya lokal kudus. 

“Antusias anak mengikuti permainan sangat tampak dari jumlah peserta yang ikut berpartisipasi, saat bermain mereka juga sambil belajar mengenal budaya lokal kudus, mulai dari tempat bersejarah, makanan khas, tradisi dan tokoh di Kudus, “tutur Imaniar Purbakala, selaku ketua tim pengabdian. 

Sebagian besar anak menyukai jenis permainan tradisional dan mampu memainkan, meskipun beberapa permainan baru mereka kenal. Hasil pengabdian adalah Ibu-ibu PKK di Rendeng terlatih membuat alat permainan tradisi, anak-anak pun jadi aktif bermain di taman bermain tiap sore hari, di taman dolanan yang dapat dimanfaatkan kegiatan warga masyarakat menjadi kegiatan yang menyenangkan. 

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan pelatihan permaninan tradisional ini perlu dilestarikan dan semoga kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dalam kegiatan hari besar nasional agar budaya bangsa berupa permainan tradisional ini tidak punah, ” kata Anita, selaku peserta pelatihan.  

Editor : Akrom Hazami 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Hidup Seorang Diri, Nenek 80 Tahun di Jepara Tergolek Sakit di Ranjang Kayu Selama 7 Bulan

Selengkapnya →