Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Tak Boleh Masuk Stadion Wergu karena Dipakai Joging Pejabat, Anggota DPRD Kudus Curhat di FB



Reporter:    /  @ 13:30:22  /  3 September 2017

    Print       Email

Screenshoot status Facebook

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPRD Kudus Sunarto mengungkapkan kekesalannya melalui akun Facebook pribadinya dengan nama akun Cak Narto, Minggu (3/9/2017). Dia mengeluhkan tindakan larangan masuk Stadion Wergu, karena sedang dipakai joging oleh pejabat pemerintah kabupaten setempat. 

“Stadion Wergu adalah Milik Publik Bukan milik Perorangan Bukan milik Perusahaan jg Bukan milik Pejabat, Kenapa Kalo ada Pejabat Teras di Kudus Sedang Joging Pengguna Joging Yg lain Tdk boleh Masuk Penjaga Stadion Sebelum Pejabat Teras Kuwi Keluar Stadion Alangkah baiknya tidak dibatasi seperti itu biar bisa membaur Joging Pejabat Teras bersama Rakyat jg bersama Pengguna Joging di Stadion Wergu Kudus,” tulis dia dikutip akun Facebook miliknya. 

Sontak postingan mendapat respons beragam dari warganet. Seperti pemilik akun Facebook Larasati Lawyer, yang menulis,  “Sudah ga aneh,  kan kita-kita bukan pejabat.” Sambil dikasih emot ngakak. Komentar dia langsung dibalas pemilik akun Cak Narto yang menjawab “Yo mestine ga gitu mbak Stadion kuwi milike Rakyat milike Publik bukan milike Pejabat Yo mengko nek ora dadii Pejabat meneh trs kepiye mbak…..he he he,” tulisnya.

Bahkan akun lain juga membalas dalam komentar Larasati Lawyer. Seperti akun Kharirotus Sa’adah yang menulis “Siapa itu pejabat teras nya? Bupati ?” Cak Narto lalu menjawab “Betul bunda???” Komentar lanjut dibalas  Kharirotus Sa’adah “Coba saya tak matur blio lgsg.. sementara Cak Narto kembali mengomentari “Monggo bunda ak pe wegah joging neng stadion daripada gegeran ma penjaga yo kurang apek,” tulisnya.

Akun Kharirotus Sa’adah juga ikut berkomentar. Ditulisnya,” Kalau bupati melakukan kegiatan seperti itu sama halnya bupati mencederai rakyat. GOR itu fasilitas publik, fasilitas rakyat.” Namun di akhir komentar  dia juga menulis untuk dicek dulu apakah itu atas perintah nupati atau justru karena petugasnya saja yang takut atau panik.

Yang jelas, politis dari PKB itu mengungkap kalau hal itu bukan dilakukan anggota dewan. Itu dijelaskan dalam komentar kepada Fitriana Sutowo, dengan tulisan, “Pejabat terasnya bukan wakil rakyat lho mbak fitri……he he he.” Komen ditulis karena Fitri menulis “Wakil rakyat seharusnya merakyat, mereka dipilih oleh rakyat, mereka itu semua hanyalah pelayan rakyat. Bknkah dulu dan skrg msh sbg rakyat… Di atas langit msh ada Langit.” 

Akun Yon Supriyono pun ikut berkomentar dengan menulis,  “Perlu study banding ke luar daerah yang stadion lebih bagus tapi bisa untuk sarana olah raga publik cak Mosok jogging aja g boleh?.” 

Sayangnya, belum diketahui siapakah yang dimaksud. Karena, anggota dewan yang menulis status belum bisa dihubungi. Bahkan ketika ditinggalkan pesan masih belum ada balasannya. 

Tak hanya anggota dewan, instansi pemerintah juga belum bisa dikonfirmasi. Dari Disdikpora Kudus, mulai kadinas, sekdin, kabid olahraga sampai Ketua KONI belum ada yang bisa dimintai keterangannya. Bahkan SMS yang diberikan juga belum ada jawaban. 

Editor :Akrom Hazami 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Catatan yang Muncul dalam Evaluasi Penggunaan ADD 2017 di Grobogan

Selengkapnya →