Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ngeri, 5 Rumah Warga Desa Pepe Grobogan Ludes Dilalap si Jago Merah



Reporter:    /  @ 07:23:58  /  2 September 2017

    Print       Email

Warga berupaya memadamkan api yang membakar rumah di Dusun Krajan, Desa Pepe, Kecamatan Tegowanu, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kebakaran kembali terjadi di wilayah Grobogan. Musibah terbaru terjadi di Dusun Krajan, Desa Pepe, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Jumat (1/9/2017) malam.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu mengakibatkan lima rumah warga terbakar habis. Rumah yang terbakar masing-masing milik Laminah (70), Prayit (38), Kasnadi (46), Ngateman (65), dan Purwadi (50). Semua korban kebakaran tercatat sebagai warga yang tinggal di wilayah RT 03, RW 01. Bangunan rumah yang ludes terbakar hampir semuanya terbuat dari bahan kayu.

BacaPasar Piji Kudus Dilalap Si Jago Merah

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran diketahui warga saat pulang dari musala, setelah salat magrib. Warga yang lewat sempat melihat ada kobaran api dari rumah Laminah di bagian belakang. Saat itu, pemilik rumah masih berada di musala.

Ketika warga hendak memeriksa ke rumah tersebut, kobaran api cepat membesar karena angin kencang saat itu. Melihat kejadian, puluhan warga berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Meski sudah berupaya keras, namun pemadaman gagal dilakukan. Sebaliknya, kobaran api makin susah dikendalikan dan menyambar empat rumah terdekat.

BacaKerugian Kebakaran Pasar Piji Kudus Ditaksir Lebih dari Setengah Miliar

Sekitar 30 menit kemudian, lima mobil damkar tiba di lokasi. Meski sudah banyak armada yang dikerahkan, namun pemadaman masih sulit dilakukan karena banyak barang mudah terbakar di lima rumah tersebut. Setelah berjibaku hampir 3 jam, kobaran api akhirnya bisa dikendalikan.

Kapolsek Tegowanu AKP Bambang Uwarno menyatakan, saat kejadian, kondisi rumah Laminah dalam keadaan kosong. Penghuninya sedang salat magrib di musala. Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan sementara, api diperkirakan berasal dari api pawon yang belum dimatikan hingga mengakibatkan kebakaran.

BacaDirlantas Polda Jateng Nyatakan Tak Ada Rem Blong saat Bus Indonesia Terguling di Kudus

Sebelum kejadian, Laminah sempat memasak air menggunakan kayu bakar. Kemudian, ditinggal ke musala untuk salat magrib berjamaah tanpa mematikan api terlebih dahulu. Diperkirakan, api dari kayu bakar itu sempat menjalar tumpukan sekam dekat pawon dan menjalar dinding rumah yang terbuat dari bambu.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 300 juta,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →