Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Lainnya  >  Artikel ini

Semarang Juga Bakal Bangun Metro Kapsul



   /  @ 19:00:15  /  1 September 2017

    Print       Email

LRT Metro yang dibangun di Kota Bandung. Pemkot Semarang juga tengah mengkaji Metro Kapsul untuk diterapkan di ibu kota Jateng ini. (Foto: Twitter/@ridwankamil)

MuriaNewsCom, Semarang – Setelah Bandung mulai membangun moda transportasi LRT Metro Kapsul, hal serupa juga bakal dilakukan di Kota Semarang. Moda transportasi ramah lingkungan ini dianggap paling efektif untuk mengurai kemacetan di kota besar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, kini mulai menggodok kajian pengembangan Metro Kapsul yang bekerja menggunakan tenaga listrik tersebut.

“Kami tengah mengkaji moda transportasi massal Metro Kapsul. Selain tidak membutuhkan lahan yang banyak, moda transportasi ini juga ramah lingkungan,” kata Sekretaris Bappeda Kota Semarang, M Farhan, dikutip dari Suaramerdeka.com, Jumat (1/9/2017).

Menurutnya, kajian tentang Metro Kapsul ini memang didasari tentang kemacetan di Kota Semarang, yang diprediksi akan semakin parah dalam beberapa tahun ke depan. Ini disebabkan jumlah kendaraan yang terus bertambah dengan tak diimbanginginya kapasitas jalan.

Tiap tahun penambahan kendaraan mencapai 15 persen, sementara penambahan kapasitas jalan hanya sekitar satu persen tiap tahunnya.

Kemacetan yang terjadi, imbuhnya, dapat menyebabkan kerugian finansial bagi masyarakat Kota Semarang. Lebih dari itu, polusi udara juga kian mengancam. Karenanya, mulai dipikirkan tentang moda transportasi massal yang ideal dan ramah lingkungan.

Farhan menjelaskan, Konsep Metro Kapsul hampir sama dengan Light Rapid Transit (LRT), yakni sama-sama di ketinggian. Namun, imbuhnya, bila LRT berbasis rel, Metro Kapsul menggunakan ban. Karena lebih ringan, masa konstruksi pembangunannya akan lebih cepat dibandingkan LRT.

“Harapannya, warga semakin cepat menuju lokasi dan dapat mengurangi polusi udara,” ujarnya.

Metro Kapsul ini mempunyai kapasitas penumpang mencapai 50 orang, dengan daya angkut per jam bisa mencapai 24 ribu orang.

Teknologi yang dikembangkan Pusat Pengembangan Teknologi Transportasi Berkelanjutan (PPTTB) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, telah dicoba di Subang, Jawa Barat. Metro kapsul dibangun dengan 95 persen komponen lokal.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Seorang Petani di Grobogan Tewas Mendadak saat Panen Bawang Merah

Selengkapnya →