Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Ganjar Perintahkan 16 Bupati Lapor soal Kekeringan Tiap Hari



   /  @ 17:45:48  /  1 September 2017

    Print       Email

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan bantuan air bersih di Desa Dermasuci Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Kamis (31/8). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai dilanda bencana kekeringan. Catatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sudah ada 16 kabupaten yang mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memerintahkan kepala daerah yang wilayahnya dilanda kekeringan untuk melapor kepada dirinya tiap hari. Laporan tersebut terkait hasil pemantauan dan apa saja yang dibutuhkan untuk penanganan.

“Bupati dan jajarannya sampai kepala desa saya minta pantau setiap hari. Laporkan jika butuh bantuan kita dropping (air bersih),” katanya.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Jawa Tengah diminta untuk bergerak menyalurkan air bersih di titik-titik kekeringan.

“Tim bergerak terus memantau, yang butuh air segera kirim. Sudah banyak perusahaan yang akan mengirim air lewat CSR-nya, kita koordinasikan supaya tepat sasaran,” ujar Ganjar.

Sementara itu, Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana, kekeringan telah terjadi di 68 kecamatan di 16 kabupaten. “Kami sudah dropping air 470 tangki. Paling banyak di Tegal,” ujarnya.

Ia menyatakan, Pemprov Jateng menyiapkan 2.00 tangki air bersih, yang siap disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan bantuan. Bahkan jika stok air tak mencukupi, pemprov akan meminta bantuan pemerintah pusat.

“Provinsi masih memiliki 3000 tanki air dan kita juga akan meminta bantuan kepada BNPB. Biasanya ada sih tiap tahun rata-rata Rp 800 miliar hingga Rp 900 miliar,” katanya.

Menurut diasaat ini, daerah yang sebelumnya tak pernah dipasok air, tahun ini juga meminta bantuan, yakni Banjarnegara. Dalam melakukan penyaluran air 3000 tanki milik pemprov, terdapat mekanisme yang harus dilalui yakni melalui pemkab, dan diteruskan ke pihaknya.

“Kita bekerja sama dengan PDAM, dan menggunakan mekanisme harga korporate. Kalau ada permintaan saya langsung transfer dana ke PDAM,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →