Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Ugal-ugalan, BRT Semarang Seruduk 3 Mobil dan 1 Truk : Begini Pengakuan Sopir



   /  @ 15:23:17  /  1 September 2017

    Print       Email

Kondisi Honda Brio yang ringsek setelah ditabrak BRT Semarang Koridor I di Jalan Brigjen Katamso, Jumat (1/9/2017). (Foto : Tribunjateng.com)

MuriaNewsCom, Semarang – Bus Rapid Transit (BRT) Semarang kembali jadi cemoohan warga. Pemicunya kali ini BRT Koridor I nopol H 1387 AW menjadi penyebab kecelakaan karambol di Jalan Brigjen Katamso, Jumat (1/9/2017).

Bus yang diduga melaju ugal-ugalan itu menabrak tiga mobil dan satu truk yang tengah berhenti menunggu lampu merah di Jalan Brigjen Katamso. Bahkan setelah menabrak mobil yang berhenti, bus tersebut masih melaju kencang, hingga baru berhenti setelah menabrak Honda Mobilio warna merah bernomor polisi K 9335 KF.

Selain Honda Brio, kendaraan lain yang terlibat kecelakaan karambol itu yakni Honda Mobilio H 9035 LP, Honda Freed H 8905 GR dan Truk Fuso W 8002 XH.

Berdasarkan keterangan saksi yang dikutip dari Tribunjateng.com, menyebut jika bus tersebut melaju dari arah Majapahit dengan kecepatan tinggi. Saat itu bus hendak menyalip mobil-mobil yang ada di depannya, namun dari arah berlawanan ada banyak kendaraan yang melaju.

“Sopir bus langsung banting stir ke kiri dan kena truk yang sedang berhenti menunggu lampu merah,” kata David Kurniawan (26), warga Plampongan, Semarang.

Truk yang ditabrak itu secara beruntun mengenai Honda freed dan Honda Mobilio yang juga tengah berhenti. Pengakuan David, setelah menabrak beberapa mobil bus tersebut masih melaju kencang.

BRT yang disopiri Abi Yoga itu baru berhenti setelah menabrak Honda Brio. Akibat tabrakan itu, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan yang parah. Kaca belakang Honda Brio dan kaca depan bus pecah berkeping-keping. BRT juga mengalami ringsek di bagian depan.

Baca : Bus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun sang sopir nyaris diamuk massa yang datang kantor DPD PDIP Jateng. Saat itu sempat terjadi keributan antara sopir dengan massa. “Massa datang cari sopirnya. Lalu masa mengeroyok sopir tersebut. Waktu itu sopirnya masih ngeyel,” tuturnya.

Sementara itu pengakuan sang sopir, saat ia tidak dalam kondisi mabuk atau telah mengonsumsi alkohol. Kondisi rem bus juga menurutnya normal tak blong.

Hanya saja menurutnya, ia terpaksa memilih menabrak truk karena jika memaksa menyalip akan menabrak sepeda motor. Pengakuannya saat itu ia terkejut karena mau menabrak selter Milo.

“Waktu itu tidak ada penumpang (di selter Milo) saya tetap melaju. Saya berpikir mau contra flow ternyata tidak cukup. Daripada menabrak motor mending saya banting setir ke kiri dikenakan ke truk. Namanya bus besar ngeremnya susah,” akunya.

Kecelakaan yang ditimbulkan BRT ini menambah catatan buruk pengelolaan BRT. Bahkan di media sosial muncul beragam keluhan yang menyebut sopir BRT sering ugal-ugalan. Komentar lucu juga muncul di grup Facevook MIK (Media Informasi Kota Semarang).

Akun  Martin Asbi Chef  bahkan berkomentar nylekit namun lucu:

“iki mergone supire kemrungsung selak meh melu nyate… brt supirnya jelek,padahal mereka gak di kejar setoran dan gak di kejar2 waktu… mbok yao golek slamet ae to brur , senengane kok yo ugal2an … sak no wong sing dadi korbane ,, nek ngeneh njur piye opo anak bojomu wes siap nompo nasibe nek sampean njur di pecat…” tulisnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →