Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Kiat Perhutani KPH Purwodadi Cegah Kebakaran Hutan



Reporter:    /  @ 15:30:08  /  29 Agustus 2017

    Print       Email

Sejumlah personel Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) Hutan KPH Purwodadi berupaya memadamkan api yang membakar kawasan hutan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Musibah kebakaran di wilayah hutan terutama saat musim kemarau ternyata sudah menjadi perhatian serius dari Perhutani KPH Purwodadi Grobogan.

Untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran, beberapa langkah antisipasi sudah dilakukan. Salah satunya meningkatkan kesiagaan personel yang tergabung dalam Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) Hutan.

“Ada beberapa posko Satdalkar di wilayah KPH Purwodadi. Tugas utama Satdalkar ini adalah melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran hutan. Anggota Satdalkar selalu apel siaga rutin,” jelas Administratur KPH Purwodadi Dewanto, Selasa (29/8/2017).

Dijelaskan, selain petugas Perhutani, anggota Satdalkar ini juga diisi pihak luar. Antara lain, dari anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Anggota Satdalkar ini sebelumnya sudah mendapat serangkaian pelatihan dasar pemadaman kebakaran berikut penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Untuk mendukung tugas pemadaman, lanjut Dewanto, di setiap posko Satdalkar juga dilengkapi peralatan. Yakni, APAR dan alat pemadaman api tradisional. Dengan adanya peralatan maka akan memudahkan petugas untuk menangani jika terjadi kebakaran hutan sewaktu-waktu.

Selain mengatasi kebakaran, fungsi Satdalkar juga memberikan serangkaian sosialisasi pada masyarakat. Yakni, meminta masyarakat agar tidak menyulut api sembarangan di kawasan hutan, karena bisa menyulut kebakaran yang lebih besar.

Masyarakat sekitar hutan juga diminta agar tidak membakar sisa hasil panen tanpa pengawasan.

Menurut Dewanto, pada musim kemarau seperti ini, tingkat kerawanan terjadinya  kebakaran hutan memang sangat tinggi. Sebab, banyak daun dan semak yang mengering sehingga mudah sekali terbakar.

“Selama ini memang sempat terjadi peristiwa kebakaran hutan di wilayah KPH Purwodadi. Tetapi skalanya tidak begitu besar karena cepat ditangani,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →