Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Kolaborasi Dalang Cilik dan Sinden Bule dari Hungaria Bikin Heboh Warga Tarub Grobogan



Reporter:    /  @ 09:48:15  /  28 Agustus 2017

    Print       Email

Aksi dalang cilik Cannavaro dan sinden dari Hungaria Agnes Serfozo bikin meriah pagelaran wayang kulit di Balaidesa Tarub, Kecamatan Tawangharjo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pagelaran wayang kulit di Balai Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Minggu (27/8/2017) malam hingga Senin (28/8/2017) dini hari berlangsung meriah dan spesial.

Hadirnya dua bintang tamu membuat suasana pagelaran wayang kulit makin heboh dan membikin puas ratusan penonton.

Dua bintang tamu itu adalah larasati atau sinden dari luar negeri. Yakni, Agnes Serfozo yang berasal dari Hungaria.

Meski bukan orang Jawa, namun suara perempuan yang akrab dipanggi Aggy ini tidak kalah dengan tiga sinden lainnya. Bahkan, banyak penonton yang sempat tak percaya jika salah satu pelantun gending atau tembang dalam pagelaran itu adalah orang manca negara.

Penampilan Aggy malam itu memang seperti tiga sinden lainnya. Yakni, memakai jarit dan kebaya biru serta mengenakan konde.

“Saya mengucapkan terima kasih sudah diberikan kesempatan tampil di Desa Tarub. Saya merasa senang karena dapat sambutan hangat dari masyarakat sini,” ungkap Aggy dalam bahasa Jawa yang disampaikan dengan sangat fasih.  

Satu bintang tamu lainnya adalah dalang cilik Ahmad Cannavaro Heriyanto yang usianya baru 8 tahun.

Dalang cilik Cannavaro yang saat ini masih duduk kelas III SDN 02 Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, tampil sebagai dalang pembuka pagelaran.

Putra Kades Bandungsari Ledy Heriyanto itu tampil sekitar satu jam, mulai pukul 20.30 WIB. Meski usianya baru 8 tahun, namun penampilannya sempat mengundang decak kagum para penonton.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang utama Ki Supandi Sudarsono itu memainkan lakon ‘Brojodento Mbalelo’. Dalam pagelaran wayang ini, penabuh gamelan dibawakan oleh anggota Karang Taruna Eka Bakti Desa Bandungsari.

Pentas kesenian tradisional itu juga disaksikan oleh dua orang asing. Yakni, Joana Marcao dari Portugal dan Kozumoto dari Jepang. Keduanya sudah berada di Desa Tarub selama sepekan dalam kapasitasnya sebagai sukarelawan lembaga sosial yang peduli dengan masalah HIV/AIDS.

Saat sesi goro-goro atau guyonan, Joana bahkan sempat didaulat untuk menyanyi sebuah lagu Jawa bertitel ‘Suwe Ora Jamu’. Saat menyanyi, logat Joana yang belum begitu fasih berbahasa Jawa itu tak ayal mengundang gelak tawa para penonton.

Kepala Desa Tarub Ali Maskuri mengaku sangat puas dengan jalannya pentas kesenian tradisional tersebut. Menurut Ali, pentas kali ini dirasakan paling meriah dibandingkan acara serupa tahun-tahun sebelumnya.

“Pagelaran wayang kulit ini diadakan dalam rangka memperingati HUT RI. Hadirnya Adik Cannavaro dan Mbak Aggy memang membuat pagelaran wayang malam ini jadi beda dari biasanya,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →