Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ratusan Siswa SDN 1 Muktiharjo Pati Ikuti Aksi Makan Bergizi Serentak



Reporter:    /  @ 15:30:01  /  26 Agustus 2017

    Print       Email

Siswa SDN 01 Muktiharjo mengikuti program makanan B2SA yang digalakkan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sabtu (26/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan siswa SDN 01 Muktiharjo Pati mengikuti aksi makan makanan bergizi secara serentak, Sabtu (26/8/2017). Kegiatan tersebut diadakan di masing-masing kelas.

Mereka nampak lahap memakan menu yang disediakan pihak sekolah bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Menu yang dimakan terdiri dari karbohidrat, protein, dan mineral.

Viona Bilqis (10), salah satu siswi kelas 5 mengatakan, selama ini dia suka dengan sayur-sayuran seperti yang disarankan dalam aksi makan bergizi serentak. Sementara lauk-pauk yang paling ia gemari adalah ikan.

“Saya suka sayur. Untuk lauk-pauk sukanya ikan. Ini yang kita makan lengkap, ada ikan, telur, tahu, tempe, dan sup sayuran,” kata Viona.

Suhartono, petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah yang meninjau lokasi tersebut menuturkan, SDN 01 Muktiharjo menjadi sasaran program makan bergizi bersama, karena jumlah siswanya mencapai lebih dari 250 orang. Selain itu, sekolah tersebut berada di pinggiran kota.

“Kita sasar sekolah yang berada di pinggiran kota, karena sekolah di kota rata-rata sudah mendapatkan pemahaman soal makanan bergizi. Selain itu, SDN 01 Muktiharjo siswanya banyak,” kata Suhartono.

Di Jawa Tengah, ada sebelas sekolah plus satu pesantren di sepuluh kabupaten yang menjadi sasaran program sosialiasi makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Pati menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran program.

Sementara itu, Kepala SDN 01 Muktiharjo Kusriah menuturkan, program tersebut akan dilakukan sebanyak sepuluh kali. Lima kali dilakukan pada Agustus, sedangkan lima agenda lainnya akan dilakukan pada September 2017.

“Sekarang makanan empat sehat lima sempurna sudah diganti dengan B2SA. Tidak harus dengan susu, asal ada karbohidrat, protein hewani, nabati, vitamin dan mineral itu sudah sangat cukup untuk kebutuhan gizi anak,” pungkas Kusriah.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Brebes Berguru Prosedur Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

Selengkapnya →