Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Sapi Betina Produktif Tidak Boleh Dikurbankan



Reporter:    /  @ 17:58:08  /  23 Agustus 2017

    Print       Email

Sejumlah pedagang memajang hewan kurban untuk kebutuhan Idhul Adha di Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara mengimbau masyarakat tak mengurbankan hewan betina, pada Hari Raya Idhul Adha tahun ini. Hal itu untuk menjaga kesinambungan produksi sapi, kerbau ataupun kambing. 

“Ibaratnya kalau indukan sapi itu pabriknya dimatikan, kan tidak ada yang menghasilkan pedet (anak sapi),” ujar Prajoga Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, DKPP Jepara, Rabu, (23/8/2017).

Ia mengingatkan, hal itu sesuai dengan arahan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita, beberapa saat lalu ketika melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Donorojo, bulan Juli lalu.

Hal itu juga telah didasarkan pada landasan hukum yakni UU No 18/2009 juncto UU No 41/2014, Perda Kabupaten Jepara No 15/2011 dan Perbub Jepara No 36/2013 tentang peternakan dan kesehatan hewan. 

Menurutnya ada sanksi yang menyertai jika warga nekat menyembelih sapi atau kerbau betina yang tengah produktif. Selain kurungan penjara, adapula denda berupa uang sebesar lebih kurang Rp 50 juta, bagi mereka yang nekat melanggar peraturan. 

“Namun kenyataan di lapangan masih banyak ditemui kenyataan yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah dibuat,” kata dia. 

Prajoga berkata, meskipun sudah ada imbauan pelarangan penyembelihan sapi betina akan tetapi pihaknya masih mengalami kendala. Hal itu berupa insentif untuk tidak menyembelih. 

“Permasalahannya kalau tidak boleh dipotong (sapi betina) belum ada mekanisme penggantian. Misalnya sapi betina yang masih produktif dibeli pemerintah, lalu dipelihara itu belum ada hingga kini,” urainya. 

Dirinya menyebut, sapi betina baru boleh disembelih jika benar-benar tidak produktif. Hal itu juga harus didasarkan pada pemeriksaan medis, dan mendapatkan surat keterangan. 

“Kecuali kalau benar-benar sudah majir (tidak bisa bunting), sudah diperiksa dan memeroleh surat keterangan kesehatan reproduksi baru boleh dipotong. Kalau sapi betina diperjualbelikan sih boleh-boleh saja, asalkan tidak disembelih. Agar populasi sapi meningkat, dan kita bisa mencapai swasembada daging,” tutup Prajoga.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →