Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Kejati  >  Artikel ini

600 Ton Beras di Gudang Bulog Randugarut Dikorupsi, Kejati : Pemerintah Rugi Rp 6 Miliar



   /  @ 14:33:49  /  22 Agustus 2017

    Print       Email

Sejumlah pekerja tengah beraktivitas di Gudang Bulog. Kejati Jateng tengah menyelidiki dugaan korupsi beras di gudang Bulog Subdivre I Randugarut. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Dugaan kasus korupsi pengadaan beras di gudang Bulog Subdivre I Cabang Randugarut, Mangkang, Kota Semarang, tengah diselidiki Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung. sekitar enam ton beras di gudang Bulog raib diduga dikorupsi oleh oknum pegawai.

Kerugian negara yang ditimbulkan akibat kasus ini pun ditaksir mencapai Rp 6 miliar. Asisten Intelijen Kejati Jateng Jacob Hendrik Pattipeilohy mengatakan, saat ini pihaknya tengah memperdalam penyelidikan di gudang Bulog tersebut.

“Diprediksi kerugian Rp 6 Miliar lebih dan sedang diselidiki oleh tim penyidik kami di lapangan,” katanya dikutip Metrojateng.com, Selasa (22/8/2017).

Sementara menurut Kasipenkum Kejati Jateng Sugeng Riyadi, pihaknya memperkirakan ada 600 ton beras yang raib dari gudang. Oknum pegawai Bulog ditengarai melakukan korupsi itu dengan memproses pemindahan beras dari dalam ke luar gudang.

Saat ini, Kejati Jateng telah memeriksan lima saksi. Keterangan para saksi sangat dibutuhkan karena dianggap mengetahui persoalan yang terjadi.

“Keterangan para saksi masih dikaji dan penyidik masih mencari titik terang siapa yang bertanggungjawab atas dugaan penyimpangan tersebut,” ujarnya.

Penyelidikan dugaan kasus korupsi beras tersebut menurut dia, merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat. Informasi yang diterima menyebut jika praktik korupsi beras itu terjadi sejak Juni 2016 hingga 2017.

”Artinya sudah terjadi setahun terakhir. Dugaannya bekerja sama dengan pihak luar, mengambil beras yang ada di stapel. Di gudang itu kan ada pekerja dari luar yang bantu bongkar dan menata beras di stapel,” terangnya.

Modusnya yakni membuat gorong-gorong di staple, sehingga terkesan tumpukan beras penuh. “Kalau dilihat sepertinya tumpukannya tinggi, padahal itu dalamnya kosong,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →