Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Sempat Kerja Serabutan, Satrio Nugroho Akhirnya Meraih Sukses Setelah Tekuni Profesi Inseminator



Reporter:    /  @ 21:16:10  /  21 Agustus 2017

    Print       Email

Satrio Nugroho, salah satu inseminator atau petugas inseminasi buatan (IB) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Melihat sekilas, tidak ada yang istimewa dari sosok Satrio Nugroho, salah satu inseminator atau petugas inseminasi buatan (IB) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan. Namun siapa sangka, dibalik itu ada talenta hebat yang dimiliki pria berusia 39 tahun tersebut.

Sebagai buktinya, beberapa hari lalu, pria yang tinggal di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan itu baru saja meraih prestasi bergengsi. Yakni, juara I tingkat Jawa Tengah untuk kategori lomba petugas inseminator berprestasi wilayah pengembangan.

Atas prestasinya ini, Satrio tidak hanya dapat penghargaan dari Gubernur Ganjar Pranowo. Tetapi juga dapat hadiah uang pembinaan yang nilainya cukup besar.

“Penghargaan yang saya raih ini sungguh tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Prestasi ini bukan hasil kerja saya semata. Tetapi juga berkat dukungan dari banyak pihak terutama Kadinas yang memberikan kesempatan untuk bekerja jadi inseminator,” kata bapak satu anak itu.

Sebelum terjun jadi inseminator, Satrio mengaku hanya bekerja serabutan. Lalu, timbul keinginan untuk bekerja jadi inseminator dan akhirnya diberikan kesempatan.

Satrio Nugroho, salah satu inseminator atau petugas inseminasi buatan (IB) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dunia IB sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi Satrio. Sebab, ayahnya sebelumnya juga pernah bekerja jadi inseminator. Oleh sebab itu, sedikit banyak ia sudah tahu ilmu tentang IB karena sering melihat ayahnya saat menjalankan tugas.

Satrio tercatat dikasih kesempatan jadi petugas IB sekitar tahun 2010 lalu. Oleh pihak dinas, ia dipercaya menangani IB di beberapa desa di wilayah Kecamatan Grobogan. Antara lain, Desa Ngaben, Kelurahan Grobogan, Sumberjatipohon, Rejosari dan Getasrejo.

Satrio berupaya keras untuk memegang kepercayaan yang diberikan. Caranya, dengan melaksanakan tugas sebaik mungkin serta memberikan edukasi pada masyarakat dalam bidang IB dan peternakan secara umum.

Setiap tahun, Satrio bisa mengerjakan kawin suntik rata-rata sampai 1.200 ekor sapi. Adapun tingkat keberhasilan atau kebuntingan sapi yang dikawin suntik bisa diatas 70 persen.

Setelah dinobatkan jadi juara, Satrio mengaku tidak merasa puas. Sebab, keberhasilan itu justru harus dijadikan semangat untuk bisa bekerja lebih hebat lagi. Selain itu, kinerjanya juga akan terus dipantau karena ia akan mewakili Jateng dalam lomba inseminator tingkat nasional.

“Saya akan berupaya untuk selalu meningkatkan kinerja. Mohon doanya agar bisa berhasil dalam lomba nasional,” kata inseminator yang sudah mengantongi predikat asesor nasional itu.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →