Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Sungai Gede Karangrandu Jepara Tercemar Limbah Fenol dan Chemical Oxygen Demand



Reporter:    /  @ 16:02:28  /  21 Agustus 2017

    Print       Email

Warga memperlihatkan air sungai yang menghitam di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Dinas Lingkungan Hidup  (DLH) Jepara telah menerima hasil laboratorium terkait Sungai Gede Karangrandu. Hasilnya, alur sungai tersebut dalam kondisi tercemar ringan.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Penataan dan Penaatan DLH, dalam konferensi pers, Senin (21/8/2017). Menurutnya, faktor pencemar dihasilkan oleh beberapa faktor. 

“Penyebab (pencemaran) tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Dari hulu hingga hilir terdapat kontribusi yang menyebabkan air Sungai di Karangrandu menghitam dan berbau,” paparnya. 

Hal itu dipertegas oleh Kasi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan (PDKL) M. Ikhsan. Menurutnya, pengambilan sampel dilakukan oleh Laboratorium Cito, di tiga titik. 

Adapun titik tersebut adalah, tiga kilometer dari pabrik garmen, sepanjang aliran sungai yang dipergunakan untuk industri tahu-tempe dan di bendung Sungai Gede Karangrandu. Dari 26 indikator, ada tiga zat yang nampak memperlihatkan kondisi tidak wajar.

“Pertama kami temukan adanya Fenol (C6H6O) yang biasa digunakan pada pabrik tekstil, kemudian zat Bylogical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang bisa disebabkan oleh limbah organik, sampah dan sebagainya disepanjang sungai,” tuturnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, disepanjang alur sungai diketemukan zat-zat tersebut. Namun demikian, pada beberapa titik zat tersebut ada yang terurai dan ada yang tetap, namun demikian semua zat tersebut sudah melebihi ambang baku mutu.

“Fenol ambang baku mutunya adalah 1, namun diketemukan di air sungai setelah pabrik (garmen) sejumlah 300. BOD dan COD setelah pabrik garmen sebanyak 61 dari ambang baku mutu 50. Kemudian dari sampel setelah industri tahu-tempe angka fenol tetap, sementara BOD-COD meningkat hingga 1.120. Lalu di sekitar Sungai Gede Karangrandu, kadar Fenol turun menjadi 290, sedangkan kadar BOD-COD menurun menjadi hanya 58,” urainya. 

Menurutnya, zat BOD-COD akan terurai jika mendapatkan cukup air dan arus yang lancar. Ikhsan menambahkan, BOD-COD tidak hanya dihasilkan oleh limbah pabrik tahu, akan tetapi juga oleh limbah lain seperti sampah dan sebagainya. 

“Begitu pula dengan Fenol tidak semata-mata dihasilkan oleh garmen, namun pestisida juga bisa menghasilkan limbah tersebut. Hal itu karena disepanjang alur sungai ada lahan pertanian,” ungkapnya. 

Berdasarkan uji laboratorium tersebut, maka disimpulkan air sungai Gede Karangrandu tercemar, namun ringan.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →