Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Dinkes Cari Sisa Makanan yang Bikin Puluhan Santri Ponpes Pelita Purwodadi Keracunan



Reporter:    /  @ 17:48:34  /  18 Agustus 2017

    Print       Email

Salah satu santri Pondok Pesantren Pelita yang jadi korban keracunan masih menjalani rawat inap di sebuah klinik di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pihak Dinas Kesehatan Grobogan langsung menindaklanjuti adanya puluhan santri Pondok Pesantren Pelita Purwodadi yang mengalami keracunan.

Setelah mendapat informasi, petugas dari Dinkes langung memonitor kondisi korban keracunan yang dirawat di sebuah klinik kesehatan di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi.

Selain itu, ada upaya lain yang dilakukan. Yakni, mencari sisa makanan yang diindikasikan jadi penyebab para santri keracunan.

”Hasil pemeriksaan medis sudah dipastikan kalau anak-anak itu keracunan makanan. Untuk lebih memastikan kita coba cari sisa makanan yang disantap mereka,” kata Sekretaris Dinkes Grobogan Slamet Widodo, Jumat (18/8/2017).

Pihaknya sudah meminta petugas dari Puskesmas Purwodadi II untuk memantau kondisi korban keracunan di klinik kesehatan itu. Kebetulan letak klinik dengan puskesmas tidak terlalu jauh. Selama ini, pihak ponpes memang mengadakan kerjasama kesehatan dengan klinik tersebut.

”Sejak kemarin, kita sudah monitor perkembangan kesehatan korban keracunan. Hari ini tadi, tinggal satu anak yang masih dirawat. Tapi kemungkinan sore nanti atau besok pagi diizinkan pulang karena kondisinya sudah membaik,” jelasnya.

Baca Juga : Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Siswa Ponpes Pelita Purwodadi Dilarikan ke Klinik Kesehatan

Dari pantauan di klinik dokter umum suyatno di Jalan Danyang-Kuwu, masih ada satu anak yang dirawat. Yakni, Edo Haryanto (13), siswa kelas 2 SMP IT Pelita. Edo yang kondisinya sudah mulai normal itu didampingi ibunya Rofianah.

Menurut Rofianah, anaknya tidak jajan dan makan rica-rica ayam. Tetapi, dia hanya makan terong yang dimasak di pondok.

”Tidak lama setelah itu, Edo mulai muntah-muntah. Kemudian, buang air besar terus menerus. Sekarang belum boleh pulang. Kemungkinan, masih dirawat sehari lagi,” katanya.

Kepala Pondok Pesantren Pelita Purwodadi Muhammad Solikin membantah jika penyebab keracunan berasal dari menu terong yang dimasak di dalam pondok. Menurutnya, penyebab keracunan itu diduga disebabkan makanan yang dibeli di luar pondok.

”Bukan dari makanan di pondok tapi dari jajan di luar. Kalau berasal dari makanan pondok tentu lebih banyak lagi yang keracunan,” tegasnya pada wartawan

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Banyak Tumbuhan Mati, DLH Grobogan Tanami lagi Kawasan Alun-alun Purwodadi

Selengkapnya →