Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Beruntung Tak Dibakar Massa, Pencuri Kotak Amal Musala di Kaliwungu Kendal Ini Babak Belur



   /  @ 16:06:17  /  18 Agustus 2017

    Print       Email

Pencuri kotak amal musala, Yudi, mengalami babak belur, di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. (metrojateng)

MuriaNewsCom, Kendal – Yudi Prasetya (24), warga Kelurahan Blumbungan, Kecamatan Jagalan Selatan, Kota Semarang, benar-benar nekat. Yudi mencuri kotak amal di Musala Al Asyari Kampung Pesantren, Desa Krajan Kulon, Kaliwungu, Kendal, Jumat (18/7/2017) siang.

Aksinya terpergok warga. Tentu saja, warga tak tinggal diam. Warga yang diliputi rasa amarah langsung mengejar Yudi. Warga berhasil mengejar Yudi. Pukulan demi pukulan dilayangkan ke wajah pemuda itu. Beruntung, warga tidak sampai melakukan pembakaran seperti yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Polisi yang tiba di lokasi, segera mengamankan Yudi.

Polisi kemudian melarikan Yudi ke Rumah Sakit Darul Istiqomah, Kaliwungu, Kendal. Yudi dalam kondisi tangan terborgol, harus menjalani belasan jahitan akibat luka wajah.  Usai mendapat perawatan, Yudi dibawa ke sel tahanan Mapolsek Kaliwungu.

Sedangkan barang bukti kotak amal yang dicongkel gemboknya diamankan sebagai barang bukti. Polisi mengamankan pula uang dari tangan Yudi sebesar Rp 740 ribu. Polisi masih melakukan penyelidikan kasus pencurian kotak amal ini.

Kepada polisi, Yudi menceritakan, dirinya melakukan pencurian karena butuh uang. Yudi pun mencuri kotak amal. Sebelum mencuri, Yudi pura-pura tidur di Musala Al Asyari. Saat suasana sepi, Yudi segera melakukan aksinya. Yaitu dengan mencongkel gembok yang ada di bagian bawah kotak amal.

Warga memergoki aksinya itu dan menangkapnya. Yudi beralasan tidak memiliki pekerjaan dan uang untuk kebutuhan sehari-hari. “Saya tidak punya uang. Sebelumnya saya memang tidur di musala,” kata Yudi dikutip dari metrojateng.com.

Sementara itu, menurut Kapolsek Kaliwungu AKP Nanung Nugraha, Yudi sudah dua kali tercatat kasus serupa di kepolisian. “Pelaku diamankan warga yang sudah menghakimi lebih dulu, lalu diserahkan ke polisi,” ujar Nanung.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →