Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Sejarawan: Stasiun Kudus Saksi Bisu Perjuangan Pejuang​ Kemerdekaan



Reporter:    /  @ 14:21:04  /  17 Agustus 2017

    Print       Email

Upacara bendera di Stasiun Kudus berlangsung khidmad, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejarawan Kudus Edy Supratno mengatakan, bekas Stasiun Kudus merupakan saksi bisu dari perjuangan para pejuang kemerdekaan Indonesia. Bahkan, terminal peninggalan Belanda itu menjadi saksi kemajuan teknologi di era kolonial.

Hal itu disampaikan saat upacara bendera di Wergu Wetan, Kota, Kamis (17/8/2017). Menurutnya, perjuangan para pejuang kemerdekaan dulunya sangat berat, hingga jatuh korban yang cukup banyak.

”Karena itu sudah selayaknya kita menghargai apa yang mereka lakukan. Berkat mereka itulah, kita bisa menikmati kemerdekaan Indonesia sampai sekarang,” katanya saat memimpin upacara.

Karena alasan itu, Edy mengajak masyarakat bersama-sama menyamakan persepsi dan idiologi, yaitu Pancasila. Jangan sampai terpecah-belah, hingga mengecewakan usaha yang dilakukan pejuang untuk kemerdekaan.

”Seperti yang bung Karno selalu sampaikan, bahwa pembangunan fisik memang baik. Namun yang lebih penting adalah pembangunan mental lebih penting,” ucapnya.

Edy menambahkan, selain sebagai saksi perjuangan, bekas stasiun juga menjadi simbol adanya kemajuan zaman sejak dulu oleh Belanda. Karena, pada tahun 1880an, warga sudah dapat menikmati kereta layaknya kemajuan negara-negara di eropa.

“Belanda memiliki semangat yang besar untuk sampai di Indonesia dan menjajahnya. Bahkan butuh waktu 100 tahun sampai di Indonesia. Jadi semangat kita jangan sampai kalah dengan Belanda,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Brebes Berguru Prosedur Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

Selengkapnya →