Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

14 Maling Motor di Pati Terjaring Operasi Jaran Candi 2017



Reporter:    /  @ 16:30:02  /  15 Agustus 2017

    Print       Email

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan tengah mengintrogasi sejumlah maling motor yang terjaring dalam Ops Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 14 maling motor yang beroperasi di kawasan Kabupaten Pati terjaring Operasi Kejahatan Kendaraan (Jaran) Candi 2017. Hal itu diungkapkan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Selasa (15/8/2017).

“Operasi ini mendasari pada analisa dan evaluasi yang dilaksanakan di tingkat Polda. Angka kejahatan curanmor berada di urutan kedua, setelah pencurian dengan pemberatan non-curanmor,” ujar AKBP Maulana.

Dalam Operasi Jaran 2017, pihaknya ditargetkan bisa mengamankan tiga kasus. Namun dalam pelaksanaannya, polisi berhasil membekuk 14 maling dari 17 kasus yang ditangani.

Adapun sejumlah barang bukti yang diamankan, antara lain 16 sepeda motor dan barang lain yang digunakan untuk tindak kejahatan sebanyak enam buah. Para maling sebagian besar menggunakan kunci T untuk melancarkan aksinya.

“Modus yang dilakukan rata-rata dengan cara merusak kunci kendaraan menggunakan kunci T. Modus yang mereka kembangkan semakin berkembang dan cepat. Sasaran utamanya di tempat-tempat parkir yang tidak terjangkau pantauan,” tuturnya.

Dari 14 maling yang diamankan, sebagian besar terlibat dalam sebuah jaringan pencurian sepeda motor. Mereka yang sebagian besar pencuri asal Pati beroperasi di hampir semua kecamatan, dari Tayu, Dukuhseti, Gabus, hingga Wedarijaksa.

“Yang ditangkap ini kebanyakan memiliki jaringan ke penadah juga. Beberapa di antaranya merupakan residivis yang mengulangi aksi lagi setelah keluar dari penjara,” imbuh AKBP Maulana.

Karena itu, dia mengimbau kepada warga Pati untuk berhati-hati saat memarkir kendaraan. Mengingat kemampuan maling yang bisa merusak kunci, pengendara harus memiliki kunci ganda dan menempatkan di lokasi yang terjangkau pandangan.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →