Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Pasar Gading Solo jadi Pasar Tradisional Terbaik Se-Jateng, Ini Rahasianya



   /  @ 16:00:34  /  14 Agustus 2017

    Print       Email

Pedagang melakukan aktivitas di pasar. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Pasar Gading, Kota Solo, meraih penghargaan bergengsi berupa pengelolaan pasar terbaik di tingkat Jawa Tengah (Jateng). Diketahui, pasar ini mengusung Rerajut Ati yang berarti resik (bersih), ramah, jujur, aman, dan simpati.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan, pihaknya akan menerima penghargaan yang diserahkan Gubernur Jateng di Semarang, Selasa (15/8/2017).

Sekadar info, Pasar Gading meraih peringkat pertama pasar tradisional dengan pengelolaan terbaik se-Jawa Tengah. Karena melibatkan pedagang pasar dengan mengusung motto Rerajut Ati tersebut. “Oembeli berbelanja di pasar itu merasa familiar,” kata Subagyo.

Sejauh ini terdapat kesinambungan antara pedagang, pengelola dan pembeli dalam beraktivitas di pasar. Keikutsertaan Pasar Gading, sebelumnya mendapatkan surat dari Pemkot Solo yang datang dari Pemprov Jateng.

Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo mengatakan pihaknya memang mempunyai komitmen memajukan pasar tradisional. “Tujuannya biar pasar tradisional bisa bersaing dengan pasar modern,” kata Hadi.

Komitmen itu ditunjukkan dengan merevitalisasi pasar tradisional. Selain itu, kata dia, pihaknya ingin menghilangkan kesan kumuh pasar tradisional yang selama ini masih tersemat.

Pasar Gading yang berada di jalan Veteran kota Solo. Pasar itu telah lama menjadi bagian dari tradisi dan kehidupan warga Kota Solo. Bahkan, pasar ini tetap eksis sampai sekarang dikarenakan para pedagang di pasar ini tidak semat-mata mencari keuntungan ekonomi, tetapi juga mengharapkan berkah dari Kyai Slamet, seekor kerbau bule keramat milik Raja.

Itu tak lepas dari letak Pasar Gading di lingkungan Keraton Surakarta. Sementara Kebo Bule Kyai Slamet adalah milik raja. Ada keyakinan dari para pedagang jika dagangannya dimakan Kyai Slamet alamat akan mendapat rejeki. Itulah sebabnya para pedagang di pasar ini terus bertahan dan berjualan di pasar Gading.

Faktor sejarah ini pula yang kemudian menginspirasi Pemerintah kota Solo untuk tetap memperhatikan nilai-nilai sejarah dan budaya dalam setiap pembangunan fasilitas publiknya, termasuk dalam mendesain bangunan pasar-pasar tradisionalnya yang akan direnovasi. Pemkot Surakarta sendiri mulai membangun Pasar Gadin pada tahun 2008.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →