Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Hanya Iuran Rp 1.000, Emak-emak di Runting Pati Berhasil Gelar Ketoprak



Reporter:    /  @ 16:30:20  /  12 Agustus 2017

    Print       Email

Pagelaran seni ketoprak di kawasan Runting Kulon, Tambaharjo, Pati, Sabtu (12/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Emak-emak di Dukuh Runting Kulon, Desa Tambaharjo, Pati, yang tergabung dalam kelompok “Srikandi Runting” menggelar agenda bersih desa dengan menanggap ketoprak, Sabtu (12/8/2017).

Uniknya, pagelaran ketoprak itu diambil dari iuran warga sebesar Rp 1.000 per hari. Dikumpulkan sejak November 2016, uang itu berhasil terkumpul yang digunakan untuk hiburan seni ketoprak.

Ketua Panitia, Muanah mengatakan, ada 70 rumah di wilayah rukun tetangga (RT) 3 yang mengumpulkan dana tersebut. Dari 70 rumah, hanya 40 rumah yang aktif secara rutin menyumbangkan Rp 1.000 setiap hari.

“Ada 40 rumah yang rutin iuran, sedangkan 30 lainnya terkadang mau, terkadang tidak. Kita tidak membebani, karena niatnya untuk hiburan seni bersama saat sedekah bumi bersih desa berlangsung,” kata Muanah.

Yang lebih menarik, semua panitia ternyata dari kalangan ibu-ibu. Mereka bahu-membahu dari menghimpun dana Rp 1.000 setiap hari untuk dikumpulkan ke bank hingga pelaksanaan agenda ketoprak.

Mereka mengenakan seragam berlogo “Srikandi Runting Kulon” saat pementasan ketoprak berlangsung. Sementara untuk konsumsi makanan dan air minum, mereka meminta bantuan dari warga RT 1,2, 3, dan 4.

“Acara ini dilaksanakan secara mandiri dari ibu-ibu secara gotong-royong. Sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah desa,” imbuhnya.

Adapun lakon ketoprak yang dipilih mengambil tema “Joko Tani”. Selain menghibur masyarakat, pilihan tema itu diharapkan bisa mengembalikan semangat para pemuda modern untuk bertani.

 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Dukungan Pusat dan Pemprov untuk Tuntaskan Perbaikan Gedung SD Rusak

Selengkapnya →