Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Lucu, Karena Takut Disuntik Siswa SMP 1 Gabus Larang Petugas Imunisasi Masuk Kelas



Reporter:    /  @ 18:27:01  /  11 Agustus 2017

    Print       Email

Kasi Imunisasi, Surveilan, dan Kejadian Luar Biasa pada Dinas Kesehatan Grobogan, Djatmiko (berkacamata) memeluk salah satu siswa saat disuntik imunisasi, Jumat (11/8/2017).  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski akhirnya berjalan lancar, pelaksanaan kegiatan pemberian vaksin measles rubella (MR) di SMPN 1 Gabus, Grobogan ternyata sempat diwarnai aksi protes dari sejumlah siswa. Protes dilakukan dengan memasang kertas bertuliskan “Tukang Suntik Dilarang Masuk’ yang ditempelkan di pintu kelas.

Di dalam kelas itu ada belasan siswa yang semuanya takut dengan jarum suntik. Setelah menempelkan kertas tersebut, pintu kelas kemudian ditutup dari dalam.

Adanya aksi ini, pelaksanaan imunisasi sempat tersendat beberapa saat. Soalnya, petugas butuh waktu untuk merayu para siswa yang phobia dengan jarum suntik. Setelah diberi pengerian, belasan siswa itu akhirnya bersedia di suntik vaksin di lengan tangannya.

”Selama pelaksanaan imunisasi memang ada anak yang takut dikasih vaksin ketika lihat jarum suntik. Kalau ada yang takut seperti ini maka harus kita rayu dan kasih pengertian dulu. Jadi, menghadapi anak seperti ini memang butuh kesabaran,” jelas Kasi Imunisasi, Surveilan dan Kejadian Luar Biasa Dinas Kesehatan Grobogan Djatmiko, Jumat (11/8/2017).

Menurutnya, petugas Dinkes Grobogan tidak hanya butuh kemampuan medis saja saat melaksanakan pemberian vaksin measles rubella (MR) pada anak sekolah. Khususnya, vaksin yang harus diberikan lewat suntikan. Yakni, bisa merayu anak sekolah supaya mau diberi vaksin.

Tulisan ”tukang suntik dilarang masuk” dipasang di depan salah satu kelas di SMP 1 Gabus sebagai aksi protes. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Selain protes dan mengunci pintu kelas, lanjut Djatmiko, ada lima siswa yang kabur ketika petugas datang. Mereka kabur dari sekolahan karena ketakutan dengan jarum suntik. Namun, kelima siswa siswa ini berhasil dipanggil lagi oleh gurunya dan akhirnya bisa dikasih vaksin.

Djatmiko menyatakan, pemberian vaksin MR sudah dilakukan mulai pekan pertama bulan Agustus ini. Sejauh ini, sudah sekitar 106.487 anak yang telah mendapat vaksin.

Pemberian vaksin hanya pada anak usia 9 bulan hingga anak usia 15 tahun. Sasarannya adalah anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Mulai PAUD, SD, SMP dan sebagian siswa SMA.

Target pelaksanaan vaksinasi di Grobogan sebanyak 325.902 anak. Ditargetkan, pelaksanaan vaksinasi MR selesai akhir September mendatang.

Dia menambahkan, bagi anak yang belum divaksinasi pada saat petugas datang sekolah,  diminta untuk datang ke puskesmas terdekat. Pemberian vaksin itu diperlukan guna mencegah anak-anak supaya tidak terkena penyakit campak.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Dukungan Pusat dan Pemprov untuk Tuntaskan Perbaikan Gedung SD Rusak

Selengkapnya →