Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Penanganan Jalan Longsor Lamban, Belasan Rumah di Kelurahan Kunden Grobogan Terancam Roboh



Reporter:    /  @ 20:00:20  /  9 Agustus 2017

    Print       Email

Jalan di Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Grobogan mengalami longsor, dan belum tertangani maksimal. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari meminta agar penanganan bencana longsor yang menimpa ruas jalan Nusa Indah segera dikerjakan. Sebab, longsoran jalan itu kondisinya makin parah.

Bahkan, akibat longsoran ini sempat menyebabkan dua rumah yang ada di situ roboh pada Rabu (28/9/2016). Dua rumah yang roboh tersebut milik Witono (57) dan Siti Rohmah (76), warga setempat.

Robohnya rumah tersebut disebabkan tanah di bawah bangunan terkikis derasnya air sungai Tirta yang ada di samping ruas jalan tersebut. Dua rumah yang roboh ini posisinya memang berdekatan dengan pinggiran sungai.

Selain itu, belasan rumah lainnya juga terancam mengalami nasib serupa jika longsornya bahu jalan tidak segera ditangani. Karena kondisinya dirasa mengkhawatirkan, beberapa warga yang berdekatan dengan lokasi memilih pindah ke tempat lainnya.

“Kami berharap, bencana longsor ini bisa ditangani lebih serius. Sebab, longsornya ruas jalan ini sudah berlangsung lama dan membuat repot warga,” kata Teguh, warga setempat.

Peristiwa longsornya ruas jalan Nusa Indah Kelurahan Kunden itu terjadi 26 April 2014 lalu. Peristiwa ini menyebabkan lima rumah warga retak dan satu rumah lainnya terpaksa dirobohkan pemiliknya karena khawatir ikut longsor ke dalam sungai yang ada di sebelahnya.

Akibat peristiwa ini, jalan penghubung ke beberapa desa tersebut putus total dan menyebabkan warga harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh. 

Jalan longsor sepanjang 30 meter dengan kedalaman sekitar 9 meter itu sebelumnya sudah pernah diuruk dan dibuatkan talud di pinggir sungai. Namun, tanah yang dipakai menguruk jalan longsor itu tidak berselang lama kembali ambles.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono mengatakan, longsornya jalan itu memang cukup parah. Penanganan longsor harus dikerjakan dengan pemasangan tiang pancang, sehingga longsor tidak meluas. Untuk penanganan itu butuh biaya sebesar Rp 20 miliar.

“Pemkab belum mampu menangani sehingga  berulang kali minta dukungan ke pemerintah pusat maupun provinsi agar dapat membantu menangani longsoran di Kunden tersebut. Saat ini, desain penanganan sungai sedang dibuat oleh BBWS Pemali Juana. Mudah-mudahan, perhononan yang kita ajukan segera ditindaklanjuti,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Soal Rekrutmen Perangkat Desa di Pati, Nimerodi Gulo : Siapa Bayar Besar Dapat Bocoran Soal

Selengkapnya →