Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Dengan Soda dan Obat Sakit Kepala, SN Gugurkan Kandunganya yang Berumur 7 Bulan



Reporter:    /  @ 15:35:41  /  9 Agustus 2017

    Print       Email

SN (40), ibu yang nekat menggugurkan kandungannya dan tega membuang jasad bayinya dengan dibungkus kresek. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaku pembuang bayi di Mayong Lor, Jepara, SN (40) terancam mendekam di penjara selama 15 tahun.

Kabag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edy Santosa mengatakan, yang bersangkutan melanggar pasal 80 junto 76 C ayat 2 UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka diringkus di rumahnya, semalam (Selasa, 8/8/2017). Hal itu dari informasi dan petunjuk yang dikumpulkan penyidik dan mengerucut kepada tersangka,” tuturnya, dalam konferensi pers, Rabu (9/8/2017).

Dirinya menuturkan, tersangka bekerja sebagai pelinting di sebuah pabrik rokok, yang ada di Desa Brantak Sekarjati, Kecamatan Welahan.

“Kepada petugas tersangka menyebut alasannya untuk mengugurkan bayinya hanya karena sering diejek oleh teman sekerjanya. Ia kemudian menggugurkan dengan meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala,” urainya.

Sementara itu tersangka SN menyebut, selama masa awal kehamilan hingga usia tujuh bulan, ia menyembunyikannya dari suaminya.

“Sampai tadi malam saya ditangkap, suami saya tidak tahu bahwa saya hamil. Ketika di hadapannya selalu saya tutupi dengan memakai pakaian longgar. Dan setiap kali dia tanya saya selalu menghindar,” jelas SN sambil tertunduk.

Kini hanya penyesalan yang menggelora di hati ibu empat anak itu. Ia tak lagi berkumpul bersama suami dan keempat anaknya.

Baca juga : Ibu di Jepara Ini Nekat Buang Bayinya yang Baru Lahir karena Malu Diejek

Ia mengakui meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala Minggu (16/7/2017), untuk mengugurkan anak kelimanya yang masih dalam kandungan tersebut. Saat digugurkan, SN mengaku umur jabang bayi sudah mencapai 7 bulan.

Lalu, pada Senin (17/7/2017) ia merasakan mulas hebat. Begitu buang air, si jabang bayi juga ikut keluar. Saat diteliti, SN mengklaim bayi telah meninggal dunia.

“Saya minum soda dicampur obat sakit kepala sehari tiga kali. Lalu keesokan harinya saya mulas dan bayi keluar. Saat itu bayinya sudah tidak bernapas, lalu saya bungkus dengan pakaian saya dan saya wadahi lagi dengan plastik dan saya taruh di dalam baskom plastik kemudian disembunyikan di dalam rumah,” urai dia. 

Lalu pada hari Selasa (18/7/2017) malam, yang bersangkutan kemudian berniat membuang jasad anaknya. Ia kemudian memasukan plastik berisi mayat bayi ke dalam sebuah tas belanja dan mengajak anaknya yang paling kecil (2 tahun) untuk ikut menutupi bungkusan itu.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Dukungan Pusat dan Pemprov untuk Tuntaskan Perbaikan Gedung SD Rusak

Selengkapnya →