Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Bupati Grobogan Dukung Penggunaan Dana Desa untuk Peningkatan Sektor Pertanian



Reporter:    /  @ 17:00:27  /  9 Agustus 2017

    Print       Email

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan catatan sebelum membuka sosialisasi pembangunan desa di pendapa kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar para kepala desa tidak mengalokasikan dana desa sepenuhnya untuk pembangunan fisik saja. Tetapi, juga menyalurkan untuk kegiatan lain. Khususnya yang berkaitan dengan masalah pertanian serta pemberdayaan masyarakat.

“Seperti kita ketahui, mayoritas warga Grobogan ini berkecimpung dalam sektor pertanian. Jadi, penggunaan sebagian dana desa untuk pertanian saya rasa sudah tepat. Salah satunya adalah pembuatan embung pertanian untuk menangkap air. Adanya embung akan bermanfaat bagi desa yang selama ini langganan kekeringan saat kemarau,” kata Sri sebelum membuka sosialisasi pembangunan desa di Pendapa Kabupaten Grobogan, Rabu (9/8/2017).

Acara sosialisasi dihadiri Direktur PKP Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Faisal Iskom. Sosialisasi juga dihadiri camat, kasi pemerintahan desa serta kepala desa se-Kabupaten Grobogan.

Menurut Sri, dari evaluasi penggunaan dana desa tahun 2016 dalam skala kabupaten, penggunaan dana desa mayoritas masih digunakan untuk kegiatan pembangunan yang bersifat fisik. Seperti pembangunan jalan, jembatan, talud, gedung TK, dan Paud.

“Alokasi dana desa untuk pembangunan fisik ini persentasenya di atas 90 persen. Sisanya, dialokasikan untuk bidang-bidang lainnya,” katanya.

Dijelaskan, pada tahun 2017 ini, Pemkab Grobogan mendapat kucuran dana desa  sebesar Rp 229 miliar lebih. Dana yang bersumber dari APBN ini akan disalurkan pada 273 desa yang ada di Grobogan.

“Dibandingkan tahun 2016, besarnya dana desa yang kita dapat tahun ini naik 27 persen. Tahun lalu, dana desa nilainya sekitar Rp 179 miliar,” kata mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Dijelaskan, dana desa nanti akan disalurkan ke 273 desa. Adapun nilai yang diterima tiap desa berbeda-beda. Dari perhitungan yang dilakukan, besarnya dana desa paling sedikit nilainya sekitar Rp 761 juta. Sedangkan nominal dana desa tertinggi yang disalurkan sebesar Rp 1,02 miliar. Jika dirata-rata,dana desa yang diterima tiap desa berkisar Rp 800 juta.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Soal Rekrutmen Perangkat Desa di Pati, Nimerodi Gulo : Siapa Bayar Besar Dapat Bocoran Soal

Selengkapnya →