Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pekerja Tertimpa Bangunan saat Pembongkaran Bangunan di Atas Sempadan Irigasi Grobogan



Reporter:    /  @ 19:00:07  /  8 Agustus 2017

    Print       Email

Sebuah alat berat dikerahkan untuk membongkar ratusan bangunan ilegal di sempadan irigasi di Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug, Grobogan, Selasa (8/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah melayangkan peringatan, ratusan bangunan yang masih tetap berdiri di atas sempadan saluran sekunder daerah irigasi Bendung Glapan di Kecamatan Gubug, Grobogan, akhirnya dieksekusi, Selasa (8/8/2017). Rencananya, pembongkaran bangunan tersebut akan berlangsung dua hari, hingga Kamis lusa.

Proses pembongkaran bangunan berjalan cukup lancar. Para pemilik bangunan permanen untuk tempat tinggal, maupun toko hanya bisa pasrah saat alat berat dan puluhan pekerja melangsungkan pembongkaran. Usai dirobohkan, pemilik kemudian mengumpulkan puing-puing bangunan yang didalamnya sudah kosong itu.

Puluhan aparat dari kepolisian, TNI dan Satpol PP terlihat mengawal jalannya pembongkaran bangunan. Selain itu, hadir pula pegawai dua instansi terlibat dalam penertiban. Yakni, dari Balai Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Bodri Kuto dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Di tengah pembongkaran, sempat terjadi insiden. Seorang pekerja yang terlibat dalam pembongkaran bangunan ilegal di Desa Ginggangtani tertimpa tembok rumah.

Akibat peristiwa ini, pekerja bernama Didin ini mengalami luka di bagian kaki. Oleh petugas lainnya, pria ini langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk memperoleh pengobatan.

Kepala Balai Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Bodri Kuto Indah Sulistyowati mengatakan, bangunan yang sempat mengenai pekerjanya itu kondisinya memang sudah rapuh. Peristiwa itu dinilai di luar dugaan.

“Kami akan bertanggungjawab terkait dengan insiden tersebut. Pekerja akan mendapat pengobatan dan kejadian ini di luar dugaan,” katanya pada wartawan di lokasi pembongkaran.

Menurut Indah, jumlah bangunan yang berada di saluran irigasi tersebut sebanyak 246 unit. Sebagian besar telah dibongkar sendiri oleh pemiliknya, sejak beberapa hari lalu. Bangunan yang tersisa akan dibongkar oleh petugas selama tiga hari menggunakan sebuah alat berat. “Selama ini bangunan itu illegal, kami tidak ada kompensasi. Selama ini, kami juga tidak menarik retribusi apapun,” tegasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Soal Rekrutmen Perangkat Desa di Pati, Nimerodi Gulo : Siapa Bayar Besar Dapat Bocoran Soal

Selengkapnya →