Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Air Sungai Karangrandu Jepara Menghitam 



Reporter:    /  @ 13:30:13  /  8 Agustus 2017

    Print       Email

Warga memperlihatkan air sungai yang menghitam di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Air Sungai Gede Karangrandu yang bermuara di Laut Jawa menghitam. Hal ini mengakibatkan warga yang ada di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Jepara, tak berani memanfaatkan air tersebut karena berwarna dan berbau menyengat. 

Tidak hanya menghitamkan sungai, hal tersebut juga mengakibatkan sumur warga tercemar. Helmi (40) warga RT 5, RW 5, Karangrandu mengaku, kejadian itu terjadi sudah setahun belakangan. Hanya bila musim hujan, air yang berlebih membawa endapan hitam tersebut hanyut. 

“Sudah tahun lalu seperti ini. Namun kalau hujan kan air banyak, jadi terbawa tidak menghitam seperti ini. Kalau musim kemarau kan debit air berkurang, makannya airnya jadi terlihat hitam seperti ini,” tuturnya, Selasa (8/8/2017).

Ia berujar kondisi tersebut jelas berpengaruh terhadap kondisi sumur, karena pasti terjadi rembesan. Hal itu dibenarkan oleh warga lain Fendy. Menurutnya, kejadian itu menjadi semakin parah semenjak hujan tak lagi turun. 

“Empat hari ini menjadi semakin parah soalnya sudah tidak ada hujan. Ini sumurnya semakin lama juga ikut tercemar karena merembes dari sungai ke sumber air minum warga,” urainya. 

Jika telah demikian warga tak berani mengonsumsi air sumur. Mereka lebih memilih membeli air minum dalam kemasan.  “Ya tidak berani diminum karena berbau. Untuk minum beli air kemasan, sementara air sumur masih dimanfaatkan untuk menyuci baju dan sekedar mandi,” tambahnya. 

Subhan warga lain berujar, kondisi itu semakin terlihat ketika Sungai Gede dibendung untuk perbaikan tanggul. Jika dalam kondisi normal, efek tersebut tak sebegitu terlihat. 

Ia menjelaskan air Sungai Gede Karangrandu disalurkan ke saluran irigasi pertanian warga. Sehingga praktis memengaruhi kondisi tumbuhan yang tumbuh di sawah. Selain itu, banyak ikan yang tewas karena itu. 

Dirinya menyebut, hitamnya air sungai dimulai sejak ada pabrik yang berada di alur sungai tersebut.  “Tak jelas apa yang memengaruhi hitamnya sungai ini. Namun hal ini terjadi sejak berdirinya pabrik dialur sungai ini,” terang Subhan. 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Dukungan Pusat dan Pemprov untuk Tuntaskan Perbaikan Gedung SD Rusak

Selengkapnya →