Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Dana Desa Tahap II di Grobogan Dijadwalkan Cair Akhir Agustus



Reporter:    /  @ 17:13:20  /  5 Agustus 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Pencairan Dana Desa tahap II bakal terealisasi dalam waktu dekat. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Grobogan, Sanyoto menegaskan, informasi yang diterima, pencairan akan dilakukan mulai akhir Agustus 2017.

Menurut Sanyoto, pencairan Dana Desa tahun 2017 dilakukan dalam dua tahap. Sebanyak 60 persen cair pada tahap I dan sisanya 40 persen dalam tahapan berikutnya.

Untuk tahap I, dana sudah disalurkan ke rekening desa beberapa bulan lalu. Sejak satu bulan lalu, pihak desa sudah mulai mengajukan permohonan pencairan untuk tahap II. Untuk bisa mencairkan pada tahap II, pihak desa harus melampirkan laporan penggunaan Dana Desa tahap I.

“Desa yang belum mengajukan permohonan pencairan untuk tahap II hanya tinggal beberapa saja. Desa-desa ini masih menyelesaikan administrasi laporan penggunaan dana tahap I. Kita harapkan, akhir Agustus sudah cair sehingga bisa digunakan. Pencairan dana desa ini nanti langsung ditransfer ke rekening desa,” jelasnya.

Sanyoto menjelaskan, Pemkab Grobogan mendapat kucuran Dana Desa sebesar Rp 229 miliar lebih, untuk tahun anggaran 2017 ini. Dana yang bersumber dari APBN ini akan disalurkan pada 273 desa yang ada di Grobogan.

“Dibandingkan tahun 2016, besarnya Dana Desa yang kita dapat tahun ini naik 27 persen. Tahun lalu, Dana Desa nilainya sekitar Rp 179 miliar,” ungkap mantan Camat Gubug itu.

Besarnya Dana Desa  yang diterima tiap desa berbeda-beda. Paling kecil nilainya sekitar Rp 761 juta. Sedangkan nominal  tertinggi yang disalurkan sebesar Rp 1,02 miliar. Jika dirata-rata,Dana Desa yang diterima tiap desa berkisar Rp 800 juta.

Menurut Sanyoto, besarnya Dana Desa untuk masing-masing desa ditentukan dari banyak faktor. Yakni, didasarkan dengan klasifikasi tiap-tiap desa yang dilihat dari beberapa unsur. Antara lain, luas wilayah, kesulitan geografi, angka kemiskinan dan jumlah penduduk.

“Kondisi tiap-tiap desa itu tidak sama. Oleh sebab itu, nominal dana desa yang didapat juga beda-beda. Hal ini sudah tertuang dalam aturan mengenai penyaluran dana desa,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Presiden Jokowi Bakal Hadiri MQK ke-VI di Ponpes Balekambang Jepara

Selengkapnya →