Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Petani Garam Jepara Harapkan Bantuan Plastik Geo Membran



Reporter:    /  @ 15:00:43  /  5 Agustus 2017

    Print       Email

Petani mempergunakan lapisan plastik hitam (geo membran) pada lahan garamnya di salah satu lokasi di Kabupaten Jepara, Sabtu (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Petani garam di Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, berharap pemerintah memberikan bantuan plastik geo membran. Hal itu untuk mengantisipasi musim yang tidak menentu. Sehingga panas tak bisa maksimal memanaskan air laut yang nantinya akan dipanen menjadi garam. 

Hal itu diungkapkan oleh Saroni (48). Petani garam asal Desa Panggung-Kedung itu mengungkapkan, dengan penggunaan plastik geo membran dapat memaksimalkan panas matahari yang tidak menentu seperti sekarang ini. 

“Kalau pake geo membran, pemanasannya bisa maksimal. Agak siangan saja, kita kalau menginjak geo membran pasti kakinya tak kuat karena panas. Tapi kalau tidak memakainya hanya beralas tanah panasnya kurang,” tuturnya, Sabtu (5/8/2017).

Ia mengatakan penggunaan plastik berwarna hitam tersebut sudah mulai diaplikasikan pada lahannya sekitar 4 tahun lalu. Berawal dari bantuan pemerintah, ia merasakan manfaat yang besar dari penerapan teknologi sederhana itu. 

Saroni menyebut, jika membeli geo membran di pasaran harganya cukup mahal. Per gulung dengan ukuran panjang 42 meter dan lebar 4,4 meter dijual sekitar Rp 2,4 juta. Dengan hal itu, ia mengatakan biaya terbesar dari panen garam adalah penyediaan geo membran. 

Dirinya mengatakan, dibanding bantuan lain seperti slender mesin dan sebagainya, geo membran dirasa lebih berguna untuk bertani garam.  “Ya kalau dibandingkan bantuan yang lain, geo membran lebih bermanfaat bagi kami,” tutup dia.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

3 Bakal Calon Bupati Kudus Siap Maju Lewat Jalur Independen

Selengkapnya →