Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Bupati Grobogan Sidak Proyek Perbaikan Jalan



Reporter:    /  @ 18:30:14  /  2 Agustus 2017

    Print       Email

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Kepala DPUPR Subiyono meninjau proyek perbaikan perbaikan jalan Banjarejo-Dumpil, Rabu (2/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Usai mendampingi kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan agenda sendiri. Yakni, melakukan sidak proyek perbaikan jalan Banjarejo-Dumpil yang dibiayai dari dana alokasi khusus senilai Rp 4 miliar.

Setelah melihat lokasi penemuan fosil di Banjarejo, bupati memisahkan diri dari rombongan gubernur. Rombongan gubernur keluar dari Banjarejo lewat wilayah Kecamatan Gabus. Sedangkan bupati serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono mengambil jalur kiri melewati wilayah Kecamatan Ngaringan.

Dari Banjarejo menuju kawasan Bendung Dumpil saat ini memang ada pekerjaan perbaikan jalan. Progres pekerjaan dengan konstruksi beton baru berkisar 50 persen. Saat melintas di ruas jalan itu, bupati sempat berhenti untuk melihat hasil pekerjaan.

Dalam kesempatan itu, bupati sempat meminta Subiyono untuk bersikap tegas. Yakni, jangan mentoleransi rekanan yang mengerjakan proyek tidak sesuai ketentuan.

“Kalau hasil pekerjaannya jelek ambil tindakan tegas pada kontraktornya. Alokasi dana perbaikan jalan ini kita anggarkan sangat besar dan hasilnya juga harus bagus karena sudah dinantikan masyarakat,” tegasnya.

Selain proyek jalan ruas Banjarejo-Dumpil, bupati juga sempat mengecek perbaikan ruas jalan Pendem-Bandungsari. Perbaikan di ruas jalan ini juga dibiayai dari dana alokasi khusus senilai Rp 4 miliar.

Subiyono menyatakan, dalam pengawasan proyek pihaknya juga mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri Grobogan melalui TP4D. Pendampingan itu diperlukan agar pelaksanaan proyek, khususnya perbaikan jalan berjalan sesuai aturan, mulai dari awal hingga akhir.

“Pemkab memang menjalin kerja sama dengan pihak kejaksaan untuk mengawal proyek pembangunan yang dibiayai APBD atau APBN. Dengan adanya pendampingan ini, kita harapkan semua pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak kerja. Jadi, ketika dalam pelaksanaan tidak sesuai ketentuan maka kita ambil sikap tegas pada rekanan,” tegasnya.

Subiyono menegaskan, sejauh ini pihaknya sudah meminta beberapa kontraktor proyek perbaikan untuk mengganti rigit beton di sejumlah titik pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Alasannya, pada titik tersebut terdapat keretakan.

“Dari hasil monitoring lapangan yang kita lakukan beberapa waktu lalu memang ada pekerjaan yang retak-retak. Pihak kontraktor sudah kita panggil dan kita minta segera dibongkar dan dibeton ulang. Jadi, kita tidak main-main dalam mengawasi pekerjaan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Petaka Mempermasalahkan Beda Kasta Tampak di Pementasan Teater Keset Kudus

Selengkapnya →