Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Festival Mata Air Sadarkan Warga Pentingnya Jaga Lingkungan



Reporter:    /  @ 18:21:49  /  29 Juli 2017

    Print       Email

Warga memperebutkan gunungan sayuran yang usai diarak pada saa Festival Mata Air di Telaga Sejuta Akar, Desa Bondo, Bangsri, Sabtu (29/7/2017). (MuriaNewsCon/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Telaga Sejuta Akar Bondo, Kecamatan Bangsri menjadi tempat diselenggarakannya Festival Mata Air 2017. Acara tersebut merupakan upaya untuk mengingatkan warga menjaga kelestarian sumber air. Telaga Sejuta akar sendiri merupakan sumber mata air yang dinaungi pohon beringin karet dan ingas serta bergat. Sehingga menciptakan lingkungan yang teduh. 

Penggagas acara Hadi Priyanto mengatakan, festival tersebut memiliki dimensi eko-relijius. Selain melestarikan sumber air, kegiatan itu juga bertujuan mengingatkan warga sekitar atas potensi alam yang merupakan titipan Tuhan. 

“Festival mata air bertujuan memberikan inspirasi kepada warga untuk dapat mencintai alam dan melestarikannya. Tidak lantas mengekploitasi untuk kepentingan generasi saat ini, akan tetapi bagaimana upaya kita agar dapat menjaganya untuk diwariskan kepada anak cucu kita,” ucapnya, yang juga Ketua Yayasan Kartini Indonesia. 

Dari sumber mata air itu, bisa digunakan untuk mengairi persawahan seluas 94 hektar. Dirinya juga mengingatkan bahwa pelestarian alam juga bagian dari tanggungjawab pemerintah. 

“Pelestarian alam juga merupakan tanggungjawab dari pemerintah setempat melalui political will,” tambahnya. 

Sekretaris Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNPA) Viktor Sidabutar mendukung gerakan tersebut. Ia berujar, upaya yang digagas oleh warga tersebut merupakan bentuk peran serta menyukseskan gerakan yang telah dimulai sejak tahun 2016 lalu.

“Upaya penyelamatan sumber air tak hanya tanggungjawab pemerintah, ini (festival mata air) merupakan bentuk keikutsertaan warga. GNPA sendiri mengawal bagaimana acara ini tak hanya bersifat seremonial, akan tetapi setelahnya dapat ditindaklanjuti,” tutur dia. 

Ia mengatakan, dengan melestarikan sumber mata air turut menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Hal itu karena, sumber alami turut mengaliri sawah-sawah sebagai tempat produksi padi. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →