Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Penanganan Kerusakan Infrastruktur di Grobogan Ini Mendesak Ditangani



Reporter:    /  @ 17:22:31  /  29 Juli 2017

    Print       Email

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono mendampingi Anggota Komisi D DPRD Jateng saat mengunjungi areal sawah di Desa Karangsari, Kecamatan Brati yang selalu kebanjiran. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan Subiyono meminta dukungan dari Anggota Komisi D DPRD Jateng untuk menangani kerusakan infrastruktur yang dinilai mendesak dilakukan. Sebab, kerusakan infrastruktur itu membawa dampak yang cukup besar bagi masyarakat sekitar.

Menurut Subiyono, kerusakan infrastruktur yang jadi skala prioritas utama adalah penanganan amblesnya jalan di pinggir Kali Tirto di Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari. Penanganan ini perlu dilakukan karena amblesnya jalan itu mengancam rumah penduduk.

“Di sekitar lokasi bencana banyak rumah penduduk. Bahkan, beberapa rumah sebelumnya sudah roboh karena tanah di belakangnya ambles,” katanya.

Prioritas berikutnya adalah penanganan longsornya bahu jalan penghubung utama Desa Lebengjumuk dan Desa Lebak di Kecamatan Grobogan. Longsornya bahu jalan ini mengancam terputusnya akses warga kedua desa tersebut.

Kemudian, longsornya bahu jalan di sayap jembatan penghubung Desa Mlowokarangtalun dan Desa Randurejo di Kecamatan Pulokulon juga mendesak ditangani. Sebab, jika dibiarkan maka longsornya bahu jalan itu bisa mengancam robohnya jembatan.

Selain itu, penanganan longsornya bahu jalan penghubung Desa Kenteng, Kecamatan Toroh dengan Desa Bangsri, Kecamatan Geyer sepanjang hampir 100 meter juga butuh penanganan segera. Sebab, sebelum longsoran itu ditangani maka pihaknya tidak bisa memperbaiki ruas jalan di titik longsor tersebut.

Satu prioritas lagi yang mendesak adalah penyodetan Sungai Satrian di Desa Karasangsari, Kecamatan Brati. Selama ini, aliran air dari sungai ini tidak bisa masuk seluruhnya ke Sungai Lusi. Akibatnya, luapan air selalu menggenangi areal sawah dan menyebabkan ratusan petani sering gagal panen dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini adalah lokasi sawah yang selalu kebanjiran dan menyebabkan petani gagal panen. Kami butuh dukungan untuk menangani infrastruktur tersebut karena biaya yang diperlukan sangat besar. Kalau semuanya mengandalkan ABPB kabupaten tidak memungkinkan. Soalnya, buat perbaikan jalan juga butuh dana besar,” jelas Subiyono saat mengantar anggota komisi D DPRD Jateng di Desa Karangsari.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →