Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Garam Mahal, Usaha Ikan Asin di Rembang Lesu



Reporter:    /  @ 18:33:45  /  28 Juli 2017

    Print       Email

Salah satu usaha ikan asin yang berada di Kecamatan Kaliori, Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Mahal dan langkanya garam di Rembang berimbas terhadap produksi ikan asin. Dengan melonjaknya harga garam, membuat biaya produksi ikan asin membengkak hingga empat kali lipat, bahkan lebih.

Suyono, salah satu pengusaha ikan asin asal Kecamatan Kaliori mengatakan, produksi ikan asin kini harus mengeluarkan biaya yang mahal. Sebab, jika sebelumnya hanya berkisar Rp 500 guna alokasi garam per satu kilogram ikan asin, namun saat ini harus merogoh kocek sekitar Rp 2 ribu untuk per kilogram ikan asin.

Dengan kondisi tersebut, harga harga ikan asin kini juga terpaksa harus mengalami kenaikan. Misalnya, harga ikan asin jenis layang dari harga semula hanya berkisar Rp 20 ribu, kini naik menjadi Rp 25 – Rp 27 ribu per kilogram.

“Ketimbang garamnya dikurangi, maka nantinya akan bisa membuat kualitas ikan asin turun. Jalan satu satunya ya harga kita naikkan. Terlebih saat ini juga semua orang sudah pada tahu, bahwa garam juga naik,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selain menaikan harga, produksi jumlah ikan asin juga dikurangi.”Kalau sebelumnya bisa memproduksi sehari sekitar 2 kuintal. Namun saat ini hanya mengandalkan pesanan sajalah. Kita juga tak mau risiko,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →