Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Warga Gemulung Jepara Minta Pabrik Tekstil Penuhi Hak Desa



Reporter:    /  @ 17:59:50  /  28 Juli 2017

    Print       Email

Warga saat mendatangi pabrik PT Hwa Seung Indonesia guna menuntut komitmen dari manajemen, Jumat (28/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, Jepara, menuntut manajemen PT Hwa Seung Indonesia memenuhi hak desa untuk mendapatkan saluran irigasi, gapura pembatas desa dan melanjutkan pembangunan akses jalan usaha tani. Hal itu karena, hingga saat ini manajemen belum merealisasikannya secara maksimal. 

Ahmad Arifin, Pamong Desa Gemulung menyebut, sebelum menjadi milik PT Hwa Seung lahan tersebut dimiliki oleh PT Sengdam Jaya. 

“Lahan milik PT Sengdam Jaya dijual ke PT Hwa Seung Indonesia setahun lalu, namun proses pergantian kepemilikan perusahaan tanpa sepengetahuan pemerintah desa. Dulu sewaktu lahan masih menjadi milik Sengdam, pemerintah desa dan perusahaan membentuk Peraturan Desa No 1/2015. Intinya bila dibangun pabrik, mereka harus memberikan saluran irigasi, batas desa dan pembenahan jalan usaha tani. Namun hingga kini tak terlaksana secara maksimal,” kata dia yang juga Aktifis LSM Masyarakat Peduli Lingkungan, Jumat (28/7/2017). 

Ia menambahkan, luasan pabrik yang kini menduduki wilayah desa memang tak luas. Akan tetapi, bangunan yang berbatasan dengan Desa Banyuputih itu, memerlukan batas desa. Selain itu, saluran irigasi yang belum sempurna menyebabkan air sering menggenangi sawah warga. 

Hal itu diamini oleh Petinggi Gemulung Ahmad Santoso. Ia menyatakan, tak menuntut apapun dari perusahaan milik asing itu. “Namun kami hanya ingin mengembalikan batas desa, karena itu geografis kita, yang saluran irigasi biar saluran, jalan tetap jalan. Tidak tuntut apa-apa. Sesuai perdes itu jalan dan saluran irigasi memang dialihkan namun hingga sekarang tidak maksimal,” terangnya, lewat sambungan telepon. 

Ia menambahkan, untuk mendesak pihak pabrik, pada Jumat pagi belasan warga bersama Pemerintah Desa Gemulung menyambangi pabrik. Hal itu dilakukan guna mengingatkan kembali komitmen yang termaktub dalam Perdes No 1/2015 tentang Pengalihan Fungsi Usaha Tani.

Terpisah, seorang jajaran manajemen PT Hwa Seung Indonesia Anton enggan berkomentar lebih lanjut. Melalui sambungan telepon, dirinya mengatakan, tak memiliki kewenangan untuk berkomentar terkait hal itu. “Saya tak bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal itu,” ucapnya singkat.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →