Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pembangunan Jembatan Penghubung 2 Desa di Kecamatan Kedungjati Bisa Diwujudkan, Begini Caranya



Reporter:    /  @ 15:00:55  /  28 Juli 2017

    Print       Email

Warga Desa Kentengsari dan Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, membutuhkan pembangunan jembatan untuk memudahkan aktivitas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keinginan warga Desa Kentengsari dan Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Grobogan dibangunkan jembatan gantung masih ada peluang kendati pihak desa belum memiliki anggaran.

Caranya, dengan pihak desa diminta mengajukan permohonan bantuan keuangan khusus ke pemkab atau provinsi untuk pembangunan jembatan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono menanggapi harapan warga dua desa tersebut untuk dibangunkan jembatan di atas sungai Tuntang.

“Beberapa waktu lalu, Desa Karangsari, Kecamatan Brati berhasil mendapat bantuan pembangunan jembatan gantung. Caranya dengan mengajukan bantuan ke provinsi,” katanya.

Menurutnya, dari hasil pemetaan yang dilakukan akses jalan di Desa Ngombak menjadi aset desa. Kondisi ini menyebabkan pihaknya tidak bisa menganggarkan karena jadi kewenangan desa.

Subiyono menyatakan, kebutuhan pembangunan jembatan besar maupun gantung memang cukup tinggi. Sebab, wilayah Grobogan terdapat sekitar 200 aliran sungai. Beberapa di antaranya merupakan aliran sungai besar, seperti Lusi, Serang, dan Tuntang.

Terkait kondisi itu, sudah banyak alokasi dana yang disalurkan untuk pembangunan jembatan. Sebelum dibangun jembatan, terlebih dahulu harus dilakukan kajian teknis. Yakni, untuk melihat lokasi, potensi, jumlah penduduk dan biaya. “Kalau hasil kajian teknis dinyatakan layak maka pembangunan jembatan di lokasi tersebut akan diprioritaskan,” jelasnya.

Ditambahkan, saat ini, pihaknya sedang mengkaji dan mendata jumlah kebutuhan jembatan tersebut untuk dimintakan bantuan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pada tahun ini, pihak kementrian memberikan bantuan jembatan gantung di Kecamatan Pulokulon dan Kradenan.

Kepala Desa Ngombak Kartini mengatakan, setiap hari terdapat ratusan orang yang memanfaatkan jalur sungai untuk beraktivitas. Baik anak sekolah, petani dan pedagang. Terkait dengan kondisi itu, memang sempat muncul usulan untuk membangun sebuah jembatan gantung.

Menurut Kartini, pihaknya akan tetap berupaya mencari jalan keluar agar jembatan tersebut bisa terwujud. Sebab, keberadaan jembatan dibutuhkan warga desanya dan desa tetangga. “Untuk saat ini pihak desa belum memungkinkan untuk membuat jembatan. Kami butuh dukungan dari pemkab, provinsi atau pusat untuk merealisasikan usulan warga,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →