Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Dalang Kondang ini Diminta Bantu Turunkan Angka Pernikahan Usia Anak di Grobogan



Reporter:    /  @ 13:44:22  /  28 Juli 2017

    Print       Email

Pagelaran wayang kulit dengan lakon ‘Pandawa Kumpul’ itu menghadirkan dalang kondang Ki Bayu Aji Pamungkas dari Surakarta. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Berbagai komponen masyarakat dilibatkan dalam upaya menurunkan angka pernikahan usia anak di Grobogan. Salah satunya pada dalang wayang kulit ketika melangsungkan pentas.

“Untuk menurunkan angka pernikahan usia anak tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Tetapi juga butuh dukungan dari banyak pihak. Termasuk dalang dan krunya,” ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Wagino saat menghadiri pagelaran wayang kulit di pelataran GOR Simpanglima Purwodadi, Kamis (27/7/2017) malam.

Menurut Wagino, upaya untuk menurunkan angka pernikahan usia anak memang perlu dilakukan serius. Terutama di wilayah Grobogan.

Sebab, angka pernikahan usia anak di Grobogan menempati urutan tertinggi di Jateng. Data tahun 2015, angka pernikahan usia anak di Jateng sebanyak 3.870 kasus. Khusus di Grobogan ada 263 kasus pernikahan usia anak.

“Kasus pernikahan usia anak di Grobogan menempati rangking tertinggi di Jateng. Kondisi ini tentunya cukup memperihatinkan dan butuh perhatian kita bersama. Oleh sebab itu, saya minta pada pak dalang agar menyelipkan imbauan pada masyarakat supaya tidak menikahkan anaknya pada usia dini,” jelas pejabat kelahiran Gungung Kidul itu.

Pernikahan usia anak di sisi lain juga memberikan dampak tersendiri. Seperti rentan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), terputusnya akses pendidikan Rata-rata mereka yang melakukan pernikahan dalam usia anak tidak melanjutkan sekolah setelah menikah.

Pentingnya menekan perkawinan dini ini juga perlu dilakukan guna menekan angka kematian ibu dan bayi saat persalinan. “Angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Grobogan juga cukup tinggi. Kalau tidak salah menempati urutan kedua di Jawa Tengah. Jadi dari sini, ada korelasi antara menikah usia anak dengan tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan,” imbuh Wagino.

Pagelaran kesenian tradisional wayang kulit itu dilangsungkan dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-24. Pagelaran wayang kulit dengan lakon ‘Pandawa Kumpul’ itu menghadirkan dalang kondang Ki Bayu Aji Pamungkas dari Surakarta. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibuka Sekda Grobogan Moh Sumarsono itu dibanjiri ribuan penonton hingga usai.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →