Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Seniman Pati Sajikan Pertunjukan Seni Dolanan Anak dan Tari Tradisional



Reporter:    /  @ 17:28:48  /  25 Juli 2017

    Print       Email

Pentas seni tari Padang Bulan dari Sanggar Arimbi yang dipentaskan di kawasan Pasar Gabus, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah seniman di Pati menyajikan pertunjukan seni dolanan anak dan tari tradisional dalam pentas seni tahunan Widyas Budaya yang dihelat di kawasan Pasar Gabus, Pati, baru-baru ini.

Dalam pertunjukan tersebut, beragam jenis seni dolanan anak ditampilkan, mulai dari lompat tali, dakon, cublak-cublak suweng, sunda manda, gundu, pecle atau engklek, dan masih banyak lagi lainnya. Selama bermain, mereka mengenakan busaha tradisional.

Aneka jenis tari tradisional anak-anak juga dipentaskan. Salah satunya, tari Padang Bulan dan Pitik Walik yang dipentaskan anak-anak dari Sanggar Tari Arimbi dengan rias busana dari Pandu Wedding Studio.

Mereka mengenakan kemben tradisional dari jarik bermotif batik klasik dengan kalung dan mahkota bernuansa zaman kerajaan. Ratusan penonton memadati kawasan Pasar Gabus untuk menyaksikan pagelaran seni tersebut.

Pemilik Pandu Wedding Studio Evi Septimardianti mengungkapkan, busana itu dibuat secara khusus untuk mengingatkan kepada para penonton akan keindahan pakaian orang Jawa zaman dulu. Busana seperti itu biasanya digunakan dayang saat mendampingi puteri kerajaan.

“Busana semacam itu sudah jarang digunakan pada zaman globalisasi sekarang ini. Makanya, kami suguhkan dalam pentas tahunan untuk mengingatkan bahwa seorang perempuan terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan busana trasional,” ucap Evi.

Sementara itu, Pengasuh Sanggar Tari Arimbi Novi Iskandar mengatakan, Tari Padang Bulan dipentaskan untuk memberikan pesan edukatif kepada anak-anak zaman sekarang yang lebih suka bermain gadget ketimbang bersosial.

Tari Padang Bulan mengajarkan kepada anak-anak untuk tidak tidur terlalu sore, mengajak anak-anak bermain bersama menyaksikan keindahan bulan. “Ada pesan bagi anak-anak untuk bersosial dalam lagu itu, juga pesan religius untuk bersyukur menikmati pemandangan bulan yang indah,” pungkas Novi.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Produktivitas Pertanian di Pati Selatan Terganjal Lahan Tidur

Selengkapnya →