Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Anak-anak Ini Yakin Jika Lubang di Stasiun Wergu Bekas Tembakan Belanda



Reporter:    /  @ 12:54:10  /  23 Juli 2017

    Print       Email

Anak-anak mengamati bagian atas Stasiun Wergu Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Kisah tentang Stasiun Wergu Kudus yang diserang dengan cara ditembaki saat terjadi Agresi Militer I Belanda, memang belum banyak diketahui. Termasuk generasi muda.

Ini yang dialami anak-anak yang tergabung dalam Omah Dongeng Marwah. Mereka mencoba menelusuri bahwa, Stasiun Wergu memang menjadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia.

“Saya juga baru tahu soal itu. Makanya saya penasaran juga ingin tahu. Kayaknya memang keren sekali bahwa Kudus menjadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia,” kata Eka, salah satu siswa SMP Kudus, yang ikut dalam acara observasi dan diskusi mengenai Stasiun Wergu, Jumat (21/7/2017).

Dia bersama-sama dengan rekan, mencoba menghitung lubang yang ada di kaca bekas stasiun tersebut. Satu persatu lubang-lubang tersebut dihitung oleh mereka. Tujuannya mengetahui dengan persis, berapa jumlah lubang yang sebenarnya.

Namun, meski menghitung bersama-sama, jumlah yang didapat ternyata berbeda-beda. Ada yang berjumlah 100 buah, ada yang 120 buah, ada yang jumlahnya kurang dari itu. 

Belanda sendiri, menyerang Stasiun Wergu dengan pesawat Mustangnya, 70 tahun yang lalu. Pesawat sendiri datang dari arah timur, menuju ke barat. Padahal, Stasiun Wergu juga dibangun Belanda dahulunya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Meski hitungannya berbeda-beda, namun anak-anak itu meyakini jika lubang-lubang itu bekas tembakan. Mereka memiliki analisanya sendiri, kenapa mereka percaya bahwa itu adalah lubang bekas tembakan.

“Kan, lubangnya memiliki ciri khas tersendiri. Lubang itu memiliki retakan yang tersebar. Kayak kalau kita gambar matahari yang mekar di sekelilingnya,” kata Dharma, siswa SMP lainnya, yang ikut dalam kegiatan tersebut. 

Sedangkan pengamat sejarah,Edy Supratno mengatakan, pihaknya juga meyakini jika lubang tersebut adalah bekas tembakan. “Ditambah lagi, stasiun ini belum direnovasi usai peristiwa tersebut. Makanya saya yakin bahwa itu bekas-bekasnya,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Dukungan Pusat dan Pemprov untuk Tuntaskan Perbaikan Gedung SD Rusak

Selengkapnya →