Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Awak Bus AKDP Menolak Pengoperasian BRT Masuk Grobogan



Reporter:    /  @ 10:00:13  /  22 Juli 2017

    Print       Email

Sebuah bus AKDP jurusan Purwodadi-Semarang terlihat sedang antri menunggu penumpang di terminal induk Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski belum jelas pelaksanaannya, namun banyak pihak merasa keberatan dengan rencana pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) masuk ke wilayah Grobogan. Salah satu yang kurang setuju adalah awak bus antar kota dalam provinsi (AKDP).

Sebabnya, hadirnya sarana transportasi itu dipastikan akan mengurangi penumpang yang selama ini menjadi pengguna bus AKDP trayek Purwodadi-Semarang. Dengan hadirnya armada baru yang lebih memadai bisa dipastikan penumpang akan beralih pilihan.

“Jika BRT beroperasi maka kondisi kami jadi lebih berat. Penumpang pasti kurang banyak. Sebaiknya, pengoperasian BRT jangan dilakukan dulu,” kata Susanto, salah seorang awak bus AKDP di terminal Purwodadi, Jumat (21/7/2017).

Meski rencana pengoperasian BRT hanya sampai wilayah Gubug namun dampaknya dinilai sangat signifikan. Soalnya, jalur Gubug-Semarang selama ini lebih padat penumpangnya dibandingkan jalur Purwodadi-Gubug.

“Kondisi pengguna angkutan umum saat ini sudah berat. Pendapatan kadang tidak bisa nutup biaya operasional. Kalau ditambah ada saingan baru pasti makin menyulitkan. Kami berharap ada solusi,” imbuh Gianto, awak bus lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto mengatakan, perusahaan otobus yang beroperasi pada trayek Semarang-Purwodadi saat ini kondisinya memang cukup memprihatinkan. Hal ini disebabkan menurunnya pengguna bus dalam beberapa tahun terakhir.

“Kondisi usaha tranrsportasi, khususnya bus AKPD memang sedang kembang-kempis. Jadi hal ini perlu jadi pertimbangan saat mengoperasionalkan BRT,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →