Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pemasangan Palang Pintu Perlintasan KA di Katong Grobogan Bakal jadi Percontohan



Reporter:    /  @ 21:23:51  /  21 Juli 2017

    Print       Email

Pengendara motor berhenti di perlintasan kereta api di Desa Katong yang sudah dilengkapi palang pintu dan petugas jaga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemasangan palang pintu sederhana di perlintasan kereta di Desa Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan mendapat apresiasi banyak pihak. Sebab, adanya palang pintu bisa menekan terjadinya kecelakaan. Selain itu, apresiasi juga diberikan karena pembuatan palang berasal dari swadaya masyarakat yang menghendaki supaya perlintasan tidak ditutup.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto menjelaskan, pembuatan palang pintu secara swadaya yang dilakukan warga Katong memang patut diapresiasi. Bahkan, pihaknya akan menjadikan pembuatan palang swadaya sebagai percontohan bagi desa lainnya yang wilayahnya juga terdapat perlintasan sebidang.

Menurut Agung, hal itu akan dilakukan setelah izin untuk melegalkan palang pintu yang dibuat secara swadaya oleh warga tersebut keluar. Beberapa waktu lalu, pihak desa sudah mengirimkan permintaan izin kepada Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementrian Perhubungan.

“Setelah palang pintu dibuat, pihak Desa Katong memang mengirimkan surat kepada Direktur Keselamatan DJKA Kemenhub untuk melegalkan perlintasan. Sebab, sekarang perlintasan sudah dilengkapi palang pintu dan ada petugas jaga. Namun, sampai saat ini, izinnya belum turun. Kita harapkan dalam waktu dekat sudah keluar,” jelasnya.

Agung menyatakan, sejauh ini masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan  keseluruhan

ada 139 titik. 

Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus.

“Dari 139 titik ini, baru 11 titik perlintasan yang dilengkapi pintu atau dijaga petugas. Sementara titik perlintasan lainnya belum ada pintu maupun penjaganya. Beberapa 

perlintasan  yang arus lalu lintasnya cukup ramai biasanya ada penjaga swadaya. Untuk menekan kecelakaan, salah satu upayanya adalah memasang rambu peringatan di perlintasan dan garis kejut,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →