Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Mahasiswa Undip KKN di Kudus Ajarkan Warga Buat Pakan Ternak Berbahan Kulit Singkong



Reporter:    /  @ 18:30:55  /  21 Juli 2017

    Print       Email

Mahasiswa KKN asal Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengajarkan cara membuat pakan ternak alternatif kepada warga, di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah mahasiswa KKN asal Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengajarkan cara membuat pakan ternak alternatif kepada warga, di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus, Jumat (21/7/2017) sore. Jika biasanya pakan ternak dari rerumputan, kini warga diajarkan membuatnya dari kulit singkong.

Aldo Rhamadhan N, perwakilan mahasiswa mengatakan, warga bisa membuatkan pakan ternak menggunakan kulit singkong. Dengan kulit singkong, peternak tak perlu risau dengan ketersediannya. Tak lain karena kulit singkong mudah didapat di Lau.

Biasanya kulit singkong diberikan kepada binatang ternak, namun tanpa difermentasi. Padahal, jika tak difermentasi, jika diberikan dalam jumlah banyak bisa beracun. “Selain itu, pemberian kulit singkong tanpa fermentasi juga memiliki zat anti nutrisi,” kata Aldo di Desa Lau.

Dengan pemberian fermentasi, maka kandungan kulit ketela bisa memiliki zat yang tinggi.  Itu akan membuat ternak semakin gemuk.

“Kulit ketela bisa digunakan untuk pakan ternak. Caranya dengan memfermentasi dengan sejumlah zat yang meliputi EM4 dan limbah kecap,” katanya kepada MuriaNewsCom

Mengenai pembuatan EM4, dapat memanfaatkan sayur-sayuran dan juga buah-buahan dari limbah makanan. Caranya, dengan dicacah kecil-kecil, kemudian sayuran seperti kol, diberi air kelapa dan gula pasir. Setelah dibiarkan selama sepekan dengan kedap udara, bisa disaring dan diambil sarinya.

“Setelah itu tinggal dituangkan sekitar dua tutup botol dicampur air untuk satu ember kulit pisang. Setelah itu dikasih juga cairan limbah kecap dengan jumlah yang lebih banyak dari EM4,” ungkapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →