Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Bahaya! Jembatan Gerdu Jepara Bobrok, Begini Kondisinya



Reporter:    /  @ 14:23:37  /  21 Juli 2017

    Print       Email

Beberapa pengendara sepeda motor sedang melewati Jembatan Gerdu yang kondisinya sudah rusak. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ketika wakil rakyat dan pejabat elit sedang ribut membahas Undang-Undang tentang  pemilihan umum, warga Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, Jepara, justru masih berkutat dengan jembatan bobrok. Jembatan yang berdiri di dekat bendungan karet Welahan Bum itu, menjadi akses bagi warga perbatasan Jepara dan Demak. 

Pantauan MuriaNewsCom, fisik jembatan itu telah mengalami rusak di beberapa bagian. Seperti besi pengaman yang telah patah dan kayu landasan yang telah lapuk. 

Warga yang melewati jembatan ini tentu saja harus berhati-hati. Seperti Sarbini (60), ia harus bergantian dengan para pengendara motor yang ingin melewati penguhubung dua daerah itu. 

Ia mengatakan, jembatan itu memang telah lama mengalami kerusakan. Seingat dia, pernah ada janji dari pemerintah setempat untuk membenahi.

“Kalau tidak salah tahun sebelas (2011) ada rencana akan dibetulkan. Tapi ya sampai sekarang belum,” tuturnya, Jumat (21/7/2017). 

Menurutnya, beberapa bagian memang telah diperbaiki. Namun karena pengaruh cuaca dan penggunaan kondisi jembatan itu rusak lagi. 

Dirinya menyebut, setiap hari ia menggunakan jembatan itu untuk bekerja sebagai pemelihara lembu. “Saya warga Gerdu, tapi keseharian bekerja di Dusun Godang di seberang jembatan untuk memelihara sapi,” ujarnya. 

Warga lain Sarlan (65) mengatakan hal serupa. Jembatan itu telah lama rusak. Meskipun demikian, warga tetap menggunakannya.

“Kalau jembatan di sana-sana sudah dibenarkan. Cuma ini yang belum. Padahal warga masih menggunakan sebagai penghubung, untuk mengangkut hasil pertanian dari sini (Gerdu) ke Demak,” ungkapnya. 

Dirinya menuturkan, terdapat jembatan lain, namun demikian akses tersebut dinilai lebih singkat. “Ya harapannya diperbaiki lah, wong sarana transportasi juga,” pinta Sarlan. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Produktivitas Pertanian di Pati Selatan Terganjal Lahan Tidur

Selengkapnya →