Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kedapatan Nongkrong di Kafe saat Jam Sekolah, 9 Pelajar di Jepara Dihukum Lafalkan Pancasila  



Reporter:    /  @ 13:02:05  /  20 Juli 2017

    Print       Email

 

Pelajar yang ketahuan nongkrong masih berseragam dihukum lafalkan Pancasila, Kamis  (20/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sembilan pelajar kedapatan nongkrong masih menggunakan seragam sekolah di Pantai Teluk Awur, Tegal Sambi, Kecamatan Tahunan, Jepara, saat jam sekolah, Kamis (20/7/2017). Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, mereka diamankan oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jepara. 

Kepada petugas, mereka beralasan telah selesai mengikuti masa orientasi sekolah. Saat diciduk oleh Satpol PP, mereka sedang berada disebuah kafe yang ada di area wisata pantai tersebut.

Selain nongkrong, sembilan pelajar tersebut juga kedapatan menyimpan gambar tidak senonoh dalam ponsel mereka. Kepada petugas, seorang siswi menyebut itu adalah gambar yang diterimanya melalui perpesanan WhatsApp. 

Agar tak mengulangi perbuatan mereka, kesembilan orang yang kebanyakan masih kelas X itu disuruh berjajar sambil melafalkan pancasila. Namun satu di antaranya, justru tidak hafal sila ketiga dan kelima.

“Tiga, persatuan bagi seluruh rakyat indonesia. Lima, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap IM, yang kemudian dihukum untuk kembali mengulang pelafalan Pancasila hingga benar oleh Satpol PP Jepara.

Selain itu, mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan mereka. “Karena mereka baru pertama kali tertangkap, kami suruh mereka untuk membuat surat pernyataan. Jika sampai tiga kali ketahuan mengulangi perbuatan, maka kami akan memanggil orang tua dan pihak sekolah. Mereka kebanyakan siswa kelas X, sementara satu di antaranya sudah kelas XII,” jelas Sutarno Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Jepara. 

Terkait gambar porno, Sutarno mengatakan, sudah menyuruh untuk menghapus dan jangan menyebarkannya kepada pelajar lain. Lebih lanjut ia mengatakan, agar pihak sekolah melakukan pengawasan lebih pada muridnya.

“Pihak sekolah agar melakukan pengawasan lebih pada muridnya. Tugas kami (Satpol PP) hanya membantu sekolah,” terangnya.

Adapun, identitas siswa-siswi yang terjaring Satpol PP adalah, MF dari Margoyoso, NTP dari Pendosawalan, JTA asal Purwogondo, MND dari Margoyoso, NNS dari Margoyoso dan RS dari Sengon Bugel, mereka berasal dari sebuah SMA swasta yang ada di Kalinyamatan. Sementara RN dari Petekeyan, IM asal Mangunan dan SA dari Petekeyan berasal dari MA swasta dari Tahunan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Dukungan Pusat dan Pemprov untuk Tuntaskan Perbaikan Gedung SD Rusak

Selengkapnya →