Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pabrik Tahu Goreng di Jangkungharjo Grobogan Ludes Terbakar



Reporter:    /  @ 08:58:17  /  19 Juli 2017

    Print       Email

Petugas memadamkan api di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kebakaran menimpa sebuah tempat usaha tahu goreng milik Rohmad (47), di Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati, Selasa (18/7/2017). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu menyebabkan bangunan yang dijadikan pabrik ludes terbakar.

Selain bangunan, sebuah mobil pikap yang ada di dalamnya juga ikut hangus terbakar. Demikian pula dengan barang dagangan tahu goreng siap jual yang sudah ditempatkan di atas mobil ikut terkena jilatan api.

Informasi yang didapat menyebutkan, persitiwa kebakan itu diketahui oleh beberapa warga yang berada di pos kamling berjarak sekitar 20 meter di sebelah timur pabrik tahu goreng tersebut. Dari pos ronda itu, warga melihat ada kobaran api dari bangunan belakang rumah Rohmad yang dipakai untuk tempat usaha.

Melihat ada kebakaran, salah seorang warga di pos ronda segera menghubungi kantor Pemadam Kebakaran Grobogan untuk minta bantuan. Beberapa orang lainnya kemudian mengabarkan kebakaran warga sekitar serta membangunkan pemilik rumah yang sudah tertidur.

“Saat nongkrong di pos ronda, terlihat nyala api dari atap yang sudah terbakar. Saya  kemudian menghubungi kantor damkar untuk minta bantuan,” jelas Yanto, salah seorang warga yang ditemui di lokasi kejadian.

Sambil menunggu kedatangan tim damkar, puluhan warga berupaya mencegah kobaran api supaya tidak menjalar pada dua bangunan rumah milik Rodman, yang lokasinya tmenyatu dengan tempat usaha tersebut. Beberapa warga lainnya menggedor pintu untuk membangunkan pemilik rumah yang sudah tertidur dan meminta seluruh keluarganya segera keluar.

Tidak lama kemudian, tiga armada pemadam ditambah dua mobil tangki untuk menyuplai air tiba di lokasi. Meski mengerahkan semua armada, namun upaya pemadaman api tidak bisa dilakukan dengan cepat karena banyak barang mudah terbakar di dalam tempat penggorengan tahu tersebut. Setelah berjibaku sekitar satu jam, amukan api akhirnya bisa dipadamkan.

Sehari-hari pemilik usaha biasa menggoreng tahu dalam jumlah besar, mulai siang hingga magrib. Tahu yang digoreng setengah matang itu biasanya dijual di Pasar Pagi Purwodadi pada dinihari. Biasanya, pemilik usaha dan keluarganya sudah tidur selepas isak dan bangun menjelang tengah malam karena bersiap jualan di pasar.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran yang menelan kerugian material sekitar Rp 100 juta tersebut. Namun, dugaan sementara, pemicu kebakaran adalah konsleting listrik.

“Saat kejadian sudah tidak ada aktivitas di tempat usaha tersebut dan pemiliknya juga sudah tidur. Kemungkinan kebakaran disebabkan hubungan arus pendek listrik,” jelas Kasi Damkar Grobogan Sutrisno.

Editor : Akrom Hazami 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Brebes Berguru Prosedur Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

Selengkapnya →