Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Bayi Tanpa Anus Asal Jepara Akan Dioperasi Besok



Reporter:    /  @ 15:30:58  /  18 Juli 2017

    Print       Email

Jihan Novitasari, putri pasangan Nor Sholeh (23) dan Risna Listyaningrum (19) yang lahir tanpa memiliki lubang anus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Jihan Novitasari bayi tanpa saluran anus asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara rencananya akan dioperasi Rabu (19/7/2017). Putra dari Nor Sholeh (23) dan Risna Listyaningrum (19) itu akan ditangani oleh empat dokter spesialis. 

Hal itu dikatakan oleh Staff Humas Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang Parna.  Menurutnya, Jihan mulai dirawat di rumah sakit tersebut pada 8 Juli 2017.Ia langsung ditempatkan di ruang Perawatan Bayi Risiko Tinggi (PBRT). 

“Hal itu karena pasien tersebut mengalami cacat bawaan berupa kakinya yang kecil, saluran anus dan kelamin yang nyambung. Rencananya besok akan dioperasi dan ditangani oleh empat spesialis, yakni spesialis bedah plastik anak, ortopedi, urologi dan konsultasi di kardiologi anak,” ucapnya, Selasa (18/7/2017).  

Ia memaparkan, hari ini pasien tersebut telah didaftarkan untuk naik ke meja operasi. Namun demikian, dirinya belum bisa mengatakan detil tentang waktu operasi akan dilaksanakan. 

Terkait pembiayaan operasi dan perawatan medis Jihan, ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Namun demikian, pertanggungan biaya tidak mengkover kebutuhan sehari-hari dari orang tua Jihan.

“Kalau untuk Jihan, sudah dikover oleh JKN KIS kelas tiga. Semua biaya operasi ditanggung. Namun itu di luar biaya keseharian dari orang tuanya yang menunggu di sini. Semisal mereka terganggu aktivitas kerjanya,” tambah Parna. 

Diberitakan sebelumnya, Jihan Novitasari mengalami kelainan bawaan dan harus dirawat di RSUP Kariyadi. Meskipun pembiayaan medis telah ditanggung oleh negara, dalam hal ini JKN KIS, namun dalam hal biaya hidup selama menunggui bayinya kedua orang tuanya mengaku harus mengusahakannya sendiri.

Praktis pekerjaannya sebagai penenun kain khas Troso terhenti. Otomatis penghasilannya pun tersendat. “Ya otomatis ini tidak bekerja. Penghasilan saya perhari maksimal Rp 50 ribu sebagai buruh tenun. Kalau istri saya bekerjanya memintal benang,” tutur dia beberapa saat lalu. 

Melalui pesan singkat ia mengatakan, kondisi anaknya kini sehat. “Kalau jam operasinya saya belum tahu, lagi dirapatkan dengan dokter. Nanti menunggu keputusan dari mereka,” tutup Nor Sholeh. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Besaran UMK Grobogan Tahun 2018 Diusulkan Naik Rp 125 Ribu

Selengkapnya →