Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Di Desa Plawangan Rembang Diusulkan Dibangun Rumah Peradaban



Reporter:    /  @ 14:34:15  /  18 Juli 2017

    Print       Email

Di Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Rembang, rencananya nantinya bakal dibangun Rumah Peradaban.(Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Peneliti Situs Plawangan 2017 dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional mengusulkan adanya pembangunan semacam rumah peradaban di situs Plawangan, Kecamatan Kragan, Rembang. Sebab, situs Plawangan ternyata disebut sebagai situs bersejarah berlevel Internasional.

Usulan tersebut muncul dalam pertemuan bersama pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, di ruang rapat bupati, Senin (17/7/2017).

Ketua Tim Peneliti Situs Plawangan Profesor Bagyo Prasetyo menyatakan, situs Plawangan menurut hasil temuan tim peneliti layak disebut situs berlevel Internasional. Sejak 2000 tahun silam, di Plawangan sudah ada interaksi atau ditemukan benda-benda yang berasal dari luar Plawangan.

“Plawangan ini merupakan bagian dari jalur maritim, hal itu bisa dilihat dari penemuan – penemuan di sana. Seperti nekara ini, Indonesia kan tidak punya, itu barang perdagangan dari daerah Dongson Vietnam,” tuturnya.

Jalur maritim dulu merupakan jalur perdagangan dari negeri Cina dan India. Orang- orang India dan Cina  ke Plawangan diduga untuk menukaran barang-barang kerajinannya dengan rempah- rempah. Hal ini terbukti ditemukannya manik- manik produksi India dan pasifik dan benda emas dan nekara perunggu termasuk ditemukannya keramik dari negeri Cina.

Rumah Peradaban, nantinya juga dapat berfungsi sebagai pusat pembelajaran tentang sejarah kepada anak- anak atau masyarakat. Salah satu poin plus di situs Plawangan, Pusat Penilitian Arkeologi Nasional memiliki gedung dan lahan luas yang bisa dikembangkan lagi.

“Luas tanahnya sekitar 1, 5 hektare dan ada tiga gedung yang memungkinkan untuk tempat display. Rencananya, pusat akan digunakan ruang pembelajaran terkait kebudayaan yang ada di Plawangan dan tempat literasi,” ungkapnya.

Sementara itu di gedung tersebut hanya terpampang gambar- gambar situs penemuan di Desa Plawangan. Namun, ke depan benda- benda asli dari penemuan akan diletakkan di sana. Selain itu, di lahan 1,5 hektare itu akan dibuat semacam panggung terbuka untuk dimanfaatkan berbagai aktifitas kebudayan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyambut baik atas upaya yang dilakukan oleh Pusat Penilitian Arkeologi Nasional dalam penanganan situs Plawangan. Pemkab dalam hal ini juga berkomitmen untuk mendukung dan bersama- sama berupaya untuk pengembangan situs bersejarah tersebut.

“Secepatnya kita akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah kabupaten untuk langkah selanjutnya. Yang jelas kami ingin dalam waktu dekat ini bisa menumbuhkan rasa bangga terhadap situs Plawangan,” ujarnya.

Tahun ini, pemkab melalui Dinbudpar diagendakan akan melaksanakan program semacam kunjungan sejarah ke Situs Plawangan mulai dari pelajar SMA sederajat sampai nantinya kepada anak yang belajar di tingkat pendidikan PAUD untuk menumbuhkan rasa bangga atas situs tersebut.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Nonton Karnaval, Bupati Grobogan Dibikin Kaget dengan Penampilan Kabag Pemdes

Selengkapnya →