Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Anak Muda di Troso Jepara Pilih Jadi Buruh Ketimbang Penenun



Reporter:    /  @ 21:31:15  /  17 Juli 2017

    Print       Email

Kain troso terpanjang yang mencatatkan rekor MURI. Saat ini, anak-anak muda di Troso minim yang berminat untuk geluti jadi penenun. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Regenerasi penenun di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara, kalah pamor. Hal itu karena, kebanyakan kawula muda lebih memilih bekerja sebagai buruh pabrik. 

“Ada sekitar 6.000 perajin tenun di Desa Troso. Namun akhir-akhir ini sulit menemukan karyawan, karena kebanyakan anak muda di sini memilih bekerja di pabrik-pabrik garmen dan sebagainya yang belakangan banyak muncul di Jepara,” kata Bukhori, perajin tenun sekaligus Ketua Pokdarwis Desa Troso, Senin (17/7/2017).

Ia mengatakan, buruh tenun kini lebih banyak dari warga desa tetangga seperti Ngeling, Dongos dan Sowan. Hal itu menurutnya memunculkan kekhawatiran tersendiri terkait penerusan tradisi menenun khas Troso. 

Bukhori menyebut, dari total perajin yang ada hanya 40 persen di antaranya yang generasi muda. Sisanya didominasi oleh mereka yang telah berusia tua. 

Untuk mengatasinya, pihaknya gencar mengadakan pembinaan kepada generasi penenun muda. Hal itu dimulai dengan membentuk paguyuban yang menjaring generasi penenun muda. 

“Dari kecil kami biasakan mereka untuk menyukai dulu tentang tenun. Tahap selanjutnya mereka akan dibiasakan untuk berkreasi, sehingga menghasilkan produk tenun yang selalu selaras dengan perkembangan jaman,” tambahnya. 

Dirinya memaparkan, selain tantangan regenerasi perajin tenun Troso juga mengahadapi tantangan pengembangan motif. Bukhori mengakui, saat ini corak motif menjadi hal yang perlu dikembangkan. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kabid Humas Polda Jateng: Polisi Harus Melek Media Sosial

Selengkapnya →