Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan Sebut Kliennya Dikorbankan



Reporter:    /  @ 20:00:43  /  17 Juli 2017

    Print       Email

Darmawan Budiharto, Kuasa Hukum Suryono terdakwa kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Penasehat hukum terdakwa kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan di Kabupaten Rembang menyebut kliennya Suryono dikorbankan oknum tertentu untuk maksud yang terselubung.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan seusai sidang pledoi atau pembelaan terdakwa pada Senin (17/7/2017). Kliennya, katanya, diduga dikambinghitamkan oleh oknum tertentu yang memang masih bekerja di satu atap dengan kliennya.

Pada nota pembelaan terdakwa yang dibacakan oleh kuasa hukum pada persidangan di Pengadilan Negeri Rembang, Senin (17/7/2017), tak diuraikan soal oknum yang mengambinghitamkan kliennya yang karyawan PLTU Sluke, Suryono.

Saat diwawancarai MuriaNewsCom seusai persidangan, pihaknya juga tak secara gamblang menyebut oknum tertentu yang mengorbankan kliennya sebagai terdakwa hingga menduduki kursi pesakitan di persidangan.

Darmawan hanya mengatakan, bahwa kliennya atas nama Suryono ada yang memanfaatkan kesempatan di kasus ini.

Saat ditanya apakah yang mengorbankan kliennya itu adalah pihak PLTU, Darmawan menampiknya. Soal apakah ada tersangka lain atau terlapor lain selain kliennya yang mesti diperiksa, ia menyatakan hal itu bukan ranahnya.

Pertanyaan ini diajukan wartawan seiring fakta persidangan sebelumnya yang diungkapkan oleh saksi utama atas nama  Muntoyo alias Dicky, bahwa saksi lain dalam kasus ini, Zaenal Affandi sempat berkata “Saya tidak mau tahu, kalau ada apa-apa sama wartawan bilamana meliput kejadian (laka kerja) ini.”

“Bahwa (terdakwa) ini berawal dari penyidikan. Suryono ditetapkan sebagai tersangka ini kan juga melaui gelar perkara. Jadi soal menetapkan tersangka atau terlapor (baru), itu bukan ranah kami. Terserah penyidik,” tandas Darmawan.

Zaenal yang ikut hadir di sidang itu tidak memberi komentar saat wartawan hendak meminta konfirmasi tentang kata-kata bernada ancaman tersebut. Ia justru mengarahkan jurnalis kepada GM PLTU Sluke, Yudhi Bagaskara.

Suryono warga Desa Grawan,Kecamatan Sumber didakwa melanggar Pasal 18 Ayat 1 Undang-undang Pers yang ancaman hukumannya maksimal dua tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) lalu menuntutnya hukuman tujuh bulan penjara.

Dalam nota pembelaan baik yang dibacakan, baik oleh penasehat hukum maupun oleh terdakwa sendiri, Suryono meminta dibebaskan dari seluruh dakwaan. Ia tetap beralasan tak pernah merampas ponsel milik Wisnu Aji, wartawan Radar Kudus.

Ketua Majelis Hakim perkara ini, Antyo Harri Susetyo memberikan waktu pada Kamis (20/7/2017) bagi JPU guna memberikan tanggapan atas pembelaan terdakwa. Terdakwa juga diberi waktu menanggapi tanggapan JPU, Senin (24/7/2017).

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kemunculan Bunga Bangkai di 4 Kecamatan Bikin Geger Warga Grobogan

Selengkapnya →