Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Lokasi Penemuan Fosil Stegodon di Banjarejo Grobogan akan jadi Museum Lapangan



Reporter:    /  @ 17:00:11  /  17 Juli 2017

    Print       Email

Lokasi penemuan fosil stegodon di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus akan dijadikan sebagai museum lapangan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain dipakai penelitian ilmiah, ada rencana lain yang akan dibuat di lokasi penemuan fosil stegodon di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Yakni, menjadikan lokasi penemuan di areal sawah Dusun Kuwojo itu sebagai sebuah museum lapangan.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, dijadikannya lokasi penemuan fosil sebagai museum lapangan akan dilakukan setelah proses penelitian, dokumentasi dan pengangkatan fosil dilakukan tim ahli purbakala dari beberapa instansi. Setelah diangkat dari lahan penggalian, nantinya akan dibuatkan replika fosil oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Replika fosil nanti akan ditempatkan persis sesuai kondisi saat ini.

Terkait dengan rencana itu, Taufik menegaskan, pihaknya sudah melakukan serangkaian persiapan. Antara lain, menyiapkan pembuatan bangunan di lokasi penemuan. Bentuknya sederhana hanya berupa empat tiang dan atap di atas lokasi penggalian.

“Jadi, di atas lokasi penggalian akan dibuatkan semacam rumah-rumahan. Bahannya bisa dari kayu atau baja ringan dengan atap dari seng atau genting,” jelasnya.

Untuk keperluan ini diperkirakan butuh dana sekitar Rp 15-20 juta. Dana pembuatan bangunan ini akan dicukupi desa.

Kebutuhan sarana dan prasarana dengan adanya museum lapangan juga perlu disiapkan. Seperti tempat parkir kendaraan roda dua, toilet serta tempat berteduh pengunjung. Namun, keperluan tersebut akan jadi prioritas berikutnya.

Selain itu, pihaknya juga perlu melakukan koordinasi dengan pemilih lahan ditemukannya fosil binatang purba berusia sekitar 1 juta tahun itu. Izin dari pemilik lahan diperlukan supaya pembuatan museum lapangan tidak ada kendala dikemudian hari.

“Lahan itu kebetulan bukan punya desa tetapi milik perorangan. Secara lisan, pemilik lahan sudah mendukung tetapi perlu kita bicarakan lebih lanjut supaya semuanya jelas,” sambungnya.

Menurut Taufik, dijadikanya lokasi penemuan fosil stegodon sebagai museum lapangan itu salah satunya muncul dari kajian tim ahli BPSMP saat ke Banjarejo pada bulan puasa lalu. Setelah melihat kondisi di lapangan, fosil yang ditemukan ternyata di luar prediksi.

“Ternyata fosil yang sudah terlihat terdiri dari beberapa bagian tubuh satu individu hewan purba. Penemuan fosil terbaru di Banjarejo ini diliai sangat istimewa sehingga layak dijadikan museum lapangan,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →