Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini
Musibah Kebakaran Kapal di Juwana, Pati (7)

Anggota DPR RI Tanggapi Video Kebakaran Kapal di Juwana yang Menyalahkan Menteri Susi



Reporter:    /  @ 10:27:18  /  17 Juli 2017

    Print       Email

Petugas menyemprotkan air untuk memadamkan bara api pada puing-puing kapal di kawasan tambat Pulau Seprapat, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah video kebakaran kapal di Juwana yang menyalahkan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sempat beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, pengambil video menyebut bila kebakaran kapal akibat dari Peraturan Menteri (Permen) Susi yang melarang kapal (cantrang) melaut. “Banyak kapal yang terbakar, apakah Bu Susi mikir keadaan nelayan sekarang ini,” katanya dalam video tersebut.

“Bayangkan kerugian nelayan kami. Kebijakan Bu Susi melarang kapal tidak bisa melaut semua. Apakah Bu Susi mikir. Ya Allah Bu Susi, bukalah mata hati Bu Susi sekarang. Inilah bukti kapal pada dibakar, kebakaran,” lanjutnya.

Video tersebut mendapatkan tanggapan dari Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan. Dia tidak membenarkan bila ada pihak yang memanfaatkan momen kebakaran kapal untuk menyalahkan kebijakan menteri.

“Saya luruskan, ada video tersebar memanfaatkan momen untuk melakukan pembenaran akibat regulasi dari pemerintah tentang larangan menggunakan alat tangkap tertentu. Saya rasa tidak benar,” kata Firman, Senin (17/7/2017).

Lebih lanjut, Firman mengatakan, persoalan kebakaran kapal akibat kondisi tambat kapal yang sudah tidak memungkinkan lagi. Menurutnya, kondisi tambat kapal sudah terlampau padat, tidak memiliki standar dari ketentuan undang-undang dan tidak ada disiplin dari para pemilik kapal.

Karena itu, Firman menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan kajian strategis yang bisa mengatasi persoalan nelayan di Juwana. Dia merasa, pemerintah pusat, provinsi dan daerah sudah waktunya untuk duduk bersama melakukan evaluasi.

Baca juga : VIDEO : Kapal di Juwana Terbakar, Nelayan Pati Salahkan Menteri Susi

“Kapal-kapal yang tambat di Juwana bukan miliknya orang Juwana saja. Ada yang milik orang Pemalang, Tegal, Rembang, Tuban dan sebagainya. Kondisi itu harus ada pengaturan yang tegas. Pemkab dan Pemrov harus konsen mengatasi masalah ini,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 12 kapal motor yang ditambat di kawasan Pulau Seprapat, Juwana mengalami kebakaran, Sabtu (15/7/2017). Api padam pada Minggu (16/7/2017), karena tidak ada akses jalan untuk mobil pemadam kebakaran.

Tiga korban luka bakar dilarikan ke rumah sakit dalam tragedi tersebut. Adapun Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 39 miliar.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Jepara Hari Ini

Selengkapnya →